Pernyataan Resmi Dari Allianz Life Terkait Berita Keberatan Atas Klaim

Berikut adalah pernyataan resmi dari Allianz Life terkait berita keberatan Klaim :

Sumber : https://www.allianz.co.id/tentang-kami/berita/berita/arsip-berita/pernyataan-resmi-dari-allianz-life-terkait-berita-keberatan-atas-klaim

 

 

Iklan

Akhir Kasus Pidana Terhadap Allianz

Beberapa bulan terakhir, Allianz Life Indonesia dipidanakan ke polisi oleh salah seorang nasabah Allianz.

Tetapi semua itu akhirnya telah terselesaikan dengan baik di Polda Metro Jaya.

Berikut screenshot dari website pelapor :

Demikian informasi yang ter-update yang bisa kami sampaikan.

Terima kasih atas kepercayaan nasabah terhadap Allianz.

 

Untuk informasi lanjut bisa menghubungi saya atau yang ingin mengajukan ilustrasi asuransi bisa isi FORM ini.

Bagi yang tertarik untuk menjalankan Bisnis Asuransi silahkan klik LINK berikut.

Salam Hangat,

Erwin

HP/WA : 08557895677
Email : erwin80@gmail.com

 

ASURANSI KESEHATAN: Produk Cash Plan Rawan Penipuan

JAKARTA —Pelaku asuransi dihimbau untuk menghentikan sementara pemasaran atau mengurangi nilai atau besaran manfaat produk asuransi kesehatan dengan skema hospital cash plan di tengah maraknya aksi penipuan atau fraud oleh pelaku yang diindikasikan telah terorganisir. n

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu mengatakan terjadi peningkatan jumlah laporan terkait aksi penipuan tersebut kepada asosiasi. Hingga saat ini, jelasnya, sudah lebih dari 10 pelaku asuransi yang memasarkan produk tersebut telah melaporkan kejadian serupa.

Dalam kasus yang diindikasikan fraud, jelasnya, tertanggung dibelikan produk asuransi kesehatan oleh oknum tertentu yang masih merupakan kerabatnya. Kemudian, tertanggung dengan sengaja mengkonsumsi makanan kadaluarsa sehingga bisa masuk perawatan rumah sakit dan dirawatinap dalam jangka waktu tertentu.

Dengan demikian, kata Togar, tertanggung akan menerima klaim asuransi kesehatan dengan skema hospital cash plan dengan nilai pertangunggan relatif besar, yakni dari Rp1,5 juta – Rp3 juta per hari.

“Misalnya, saudara, teman, bahkan orang tua diberi asuransi dan disuruh minum susu basi sehingga masuk rumah sakit dan dirawat satu sampai dua minggu. Ini bukan hanya satu atau dua orang, ini sudah terorganisir dan mengkhawatirkan seperti mafia,” ungkapnya kepada Bisnis, Senin (18/9).

Secara umum, produk proteksi kesehatan yang ditawarkan asuransi, baik asuransi jiwa maupun asuransi kerugian atau umum terbagi atas dua jenis. Pertama, asuransi kesehatan yang menawarkan skema hospital benefit.

Produk ini secara mendasar dijalankan dengan prinsip indemnity atau ganti rugi sehingga manfaat asuransi diberikan melalui sejumlah paket atau plan, mulai dari biaya obat, dokter, hingga biaya rawat inap sesuai kelasnya, yang dipilih sejak awal.

Dengan begitu, penggantian kerugian dari produk dengan skema hospital benefit umumnya dilakukan nontunai sebab tidak melalui proses reimbursement dan dibayarkan oleh asuransi sesuai nilai yang tertera pada kuitansi tertanggung.

SANTUNAN

Sementara itu, produk lainnya adalah asuransi kesehatan dengan skema hospital cash plan. Produk ini sebenarnya bersifat santunan sehingga memberikan manfaat berupa biaya pengganti sesuai dengan jumlah hari perawatan atau tindakan tertentu.

Dengan besaran nilai penggantian yang ditetapkan di awal, klaim produk asuransi ini umumnya dilakukan secara reimbursement.

Skema inilah yang ternyata membuka peluang bagi nasabah asuransi jiwa untuk melakukan kecurangan.

Togar mengatakan AAJI saat ini menghimbau asuransi jiwa yang memasarkan produk tersebut untuk melakukan dua hal. Pertama, jelasnya, nilai manfaat dari produk tersebut sebaiknya diturunkan.

“Jadi, jangan lagi di atas satu juta, tetapi sekitar Rp500.000 atau Rp200.000 per hari. Meski, memang produknya jadi tidak menarik,” ungkapnya.

Kedua, sambung dia, AAJI berharap para pelaku asuransi untuk sementara tidak memasarkan produk tersebut hingga kondisi lebih terkendali. Dia mengatakan asosiasi meyakini kedua imbauan itu bakal mampu mengantisipasi dan meredam aksi penipuan yang tengah marak tersebut.

Di sisi lain, dia menilai problem ini juga menunjukkan kepada masyarakat bahwa dalam proses klaim asuransi, perusahaan tidak melulu salah. “Ini contoh pelanggan juga bisa nakal,” ungkapnya.

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dadang Sukresna juga mengakui masih adanya indikasi aksi penipuan dalam pemanfaatan layanan jasa asuransi kesehatan. Menurutnya, aksi penipuan dalam klaim asuransi kesehatan dengan skema hospital cash plan paling mudah dilakukan.

“Sebetulnya sudah ada beberapa perusahaan asuransi anggota yang melaporkan adanya fraud. Ini harus menjadi perhatian,” ungkapnya kepada Bisnis.

Dadang menilai dampak aksi penipuan ini kian membesar bagi industri asuransi. Oleh karena itu, Dadang mengatakan aksi fraud ini akan menjadi salah satu tema yang akan dibahas dalam ajang 23rd Indonesia Rendevous yang diselenggarakan AAUI pada awal Oktober nanti.

Dia berharap pembahasan tema itu dapat memberikan gambaran dan solusi kepada pelaku, regulator dan pasar asuransi internasional terkait praktik penyimpangan tersebut. “Makanya, fraud ini menjadi salah satu topik. Kita mesti bersama memerangi fraud,” tegas Dadang.

Pelaku asuransi telah mengidentifikasi sejumlah oknum atau pihak yang diduga kuat melakukan aksi penipuan atau fraud dalam klaim produk asuransi kesehatan dengan skema hospital cash plan.

Direktur PT Asuransi Sinar Mas (ASM) Dumasi M.M. Samosir mengakui praktik penipuan dalam klaim asuransi kesehatan itu memang masih terjadi hingga saat ini. Umumnya, jelas dia, oknum tersebut membeli produk asuransi individual.

“Biasanya dilakukan oleh pembeli polis direct dan online,” ungkapnya kepada Bisnis, Selasa (19/9).

Dumasi mengatakan ASM telah memasarkan produk asuransi kesehatan dengan skema tersebut sejak 1990. Pihaknya kala itu mulai menjual produk melalui kartu kredit Bank Internasional Indonesia.

Sejumlah polis dari produk asuransi yang dipasarkan saat itu pun masih bertahan hingga saat ini. Hingga saat ini, jelasnya, ASM telah memiliki 10 jenis produk asuransi kesehatan hospital cash plan.

“Kalau pemegang kartu kredit sejauh ini jarang sekali yang melakukan tindakan penipuan sejenis,” ungkapnya.

Dumasi menjelaskan ASM telah memiliki prosedur standar operasional dalam menangani indikasi fraud dalam klaim asuransi. Langkah itu memungkinkan pihaknya untuk lebih awal menindak dan mengantisipasi upaya penipuan.

Sejauh ini, jelasnya, aksi penipuan klaim asuransi kesehatan seperti ini marak dilakukan oleh pelaku asal Surabaya, Jawa Timur. Teranyar, Dumasi mengatakan jaringan itu meluas hingga ke Medan, Sumatera Utara.

“Jadi, kami memang buat kriteria khusus dalam menganalisa klaim-klaim dari Surabaya. Yang terakhir ini mereka buat jaringan ke Medan juga, tetapi orang-orangnya sebenarnya yang dari Surabaya itu,” ungkapnya.

Sumber : http://kalimantan.bisnis.com/read/20170920/445/691392/asuransi-kesehatan-marak-penipuan-asuransi-hati-hati-pasarkan-cash-plan-

Juventus Stadium akan Berganti Nama Menjadi The Allianz Stadium

Allianz Stadium adalah nama baru untuk kandang Juventus setelah klub tersebut menandatangani perjanjian untuk hak penamaan dengan Allianz dan Lagardère Sports, pemegang hak penamaan fasilitas tersebut.

Dimulai pada 1 Juli 2017, stadion tersebut akan dikenal sebagai Allianz Stadium di Turin selama enam musim hingga 30 Juni 2023, bergabung dengan Keluarga Stadion Allianz yang pertama kali dibuat pada tahun 2005 yang menampilkan Allianz Arena di Munich, Stadion Allianz Sydney, Allianz Park di London, Nice’s Allianz Riviera, Allianz Parque di Sao Paulo dan Allianz Stadion di Wina.

Source : http://www.juventus.com/id/news/news/2017/sebut-saja-allianz-stadium.php

Cara Menentukan Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa Yang Ideal

Bagaimana cara menentukan uang pertanggungan asuransi jiwa yang ideal? Semua orang yang mengajukan untuk membeli asuransi, pastilah menginginkan manfaat Uang Pertanggungan (UP) yang besar. Mungkin Rp. 1 Milyar, 2 Milyar atau bahkan unlimited (tidak terbatas).

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan keinginan memperoleh manfaat UP yang maksimal seperti itu, tapi tentunya kembali lagi harus dibarengi dengan berapa jumlah premi yang sanggup anda bayarkan per bulannya untuk memperoleh manfaat UP tersebut.

Jangan karena menginginkan UP besar, anda malah memaksakan diri untuk membayar premi yang terlampu tinggi melebihi kesanggupan anda sehingga yang terjadi akhirnya malah polis asuransi anda lapse (mati) karena pembayaran premi bulanan berhenti di tengah jalan.

Jika ini yang terjadi pada anda, anda bisa mengajukan perubahan jumlah premi ke ke nominal yang lebih rendah ke pihak asuransi. Tentu saja seiring dengan turunnya premi, manfaat uang pertanggungan nya juga pasti akan turun.

Lalu apakah ada sebuah cara atau trik yang legal agar saya dapat memperoleh manfaat uang pertanggungan yang besar namun dengan premi yang rendah? Jawabannya ada dan caranya sangat simpel sekali. Hanya masalah di waktu. Semakin cepat anda memutuskan untuk ikut program asuransi, maka premi yang akan anda bayarkan semakin murah.

Namun jika anda selalu menunda nunda untuk ikut program asuransi, premi anda akan semakin mahal nantinya mengikuti usia anda. Semakin tua usia anda saat mulai ikut program asuransi, maka premi yang akan anda bayarkan semakin tinggi dan manfaat yang akan anda peroleh semakin rendah sebab risiko kematian bagi seseorang itu akan semakin bertambah apabila usia nya bertambah.

Saya selalu menyarankan anda yang masih berusia muda, sekitar umur 20 atau 30 an untuk mulai sadar dan ikut berasuransi. Di Allianz, Anda dapat memilih premi yang paling murah yaitu sekitar Rp. 350.000 per bulan saja untuk memperoleh manfaat UP santunan kematian sebesar Rp. 1 Milyar. Contoh Ilustrasi Premi 350rb/bulan

Coba hitung saja sendiri ya. Jika anda menabung Rp. 350.000 selama 10 tahun atau 20 tahun, dana anda yang akan terkumpul di tabungan mungkin hanya sekitar 350.000x12x10 = 42.000.000 dan 350.000x12x20= 84.000.000.

Apabila anda sekarang berusia 25 tahun dan 10 tahun kemudian anda meninggal dunia, anda hanya akan mewariskan Rp. 42.000.000 saja ke anak istri anda sesuai dengan besar tabungan yang anda miliki jiak anda rutin menabung 350.000 per bulan.

Sedangkan apabila anda meninggal di usia 45 tahun (20 tahun kemudian), anda hanya mewariskan Rp. 84.000.000 ke anak istri anda jika anda rutin menabung sebesar Rp. 350.000 per bulan sejak usia 25 tahun. Bayangkan apabila anda masuk asuransi jiwa.

Anda sama sama menabung sejak usia 25 tahun, tetapi jika anda meninggal dunia di usia 35 tahun, anda akan mewariskan Rp 1 Milyar kepada anak dan istri anda.

Begitu pula jika anda tutup usia di umur 45 tahun, anda juga akan mewariskan Rp. 1 Milyar kepada keluarga anda yang ditinggalkan. Jadi anda pilih mana? Mau meninggal miskin atau meninggal kaya?

Mau meninggal dengan mewariskan sedikit harta atau meninggal mewariskan banyak harta dan yang hebatnya lagi harta yang diwariskan itu dibayarkan oleh perusahaan asuransi jadi bukan berasal dari uang yang anda tabung. Warisan itu dibayarkan oleh Perusahaan Asuransi kepada ahli waris anda dan itu tidak dipotong pajak lagi.

Mungkin anda akan protes begini. Uang yang ditabung selama 10 atau 20 tahun kan mendapatkan bunga. Jadi tidak mungkin donk nabung Rp. 350.000 per bulan selama 10 tahun cuma menerima Rp. 42.000.000 saja atau menabung selama 20 tahun, kok cuma menerima sebesar Rp. 84.000.000. Kan ada bunga bank nya.

Baik, memang di asumsi ini saya tidak memasukkan bunga bank untuk memudahkan dalam perhitungan saja. Tetapi apabila saya memasukkan bunga bank untuk menghitung tabungan maka dalam perhitungan UP asuransi juga saya akan menyertakan hasil investasi nya juga supaya adil. Jadi di asuransi jiwa Allianz, klaim santunan kematian yang akan diterima oleh ahli waris tidak hanya sebesar UP 1 Milyar itu saja namun juga akan ditambah Hasil Investasi.

Jadi sebenarnya saat si tertanggung meninggal dunia, ahli waris akan memperoleh UP santunan kematian + Hasil Investasi. Hanya saja UP itu nilainya tetap dan dijamin oleh perusahaan asuransi sedangkan Hasil Investasi itu tidak dijamin nominalnya.

Sebelum memutuskan untuk membeli produk asuransi jiwa, anda hendaknya melakukan penghitungan UP (Uang Pertanggungan) terlebih dahulu. Hal ini ditujukan untuk mengetahui besarnya uang yang dibutuhkan di masa depan agar memperoleh manfaat yang maksimal dari produk asuransi yang tepat.

Di samping itu, penghitungan UP juga diperlukan sebagai penentuan besarnya premi yang harus dibayarkan. Bagaimana cara penghitungan UP yang benar dan optimal? Dalam hal ini, ada tiga metode yang dapat ditempuh, yaitu:

Metode human life value

Human life value merupakan metode umum yang digunakan untuk menghitung besarnya UP asuransi jiwa. Cara ini menentukan besarnya nilai dan banyaknya nominal uang yang dibutuhkan untuk memenuhi kehidupan keluarga selama jangka waktu tertentu. Ada empat hal utama yang diperhatikan dan dipertimbangkan dalam metode ini, yakni: besarnya penghasilan tahunan, besarnya pengeluaran tahunan, berapa lama lagi pencari nafkah tersebut akan pensiun dari pekerjaannya(dihitung dalam tahunan), serta estimasi dana yang dibutuhkan.

Contoh:

Ali (30 tahun) menghasilkan 120 juta/tahun dan pengeluaran tetap bulanan dirinya dan keluarga yaitu sebesar 5 juta/bulan. Maka, pengeluaran tahunan keluarga Ali adalah 60 juta. Dalam jangka 25 tahun lagi, Andi akan pensiun dari pekerjaan. Maka, rumusnya yaitu:

Lama pertanggungan x penghasilan tahunan. 25 x 120 juta = 3 miliar. Maka life value Ali yaitu sebesar 3 miliar rupiah sedangkan uang pertanggungan yang dibutuhkan keluarga sebesar 1,5 miliar (UP).

Metode income based value

Berbeda dari metode pertama yang tidak memperhitungkan kemungkinan kenaikan biaya atau kebutuhan, metode income based value berdasarkan pada ekspektasi inflasi yang selalu terjadi setiap tahunnya dari penghasilan bulanan yang didapatkan.

Contoh:

Pak Ali (40 tahun) memiliki penghasilan bulanan sebesar 5 juta rupiah. Diperkirakan inflasi  setahun yaitu 5%. Hingga berusia 60 tahun (20 tahun lagi), Pak Rio perlu dapat memberikan uang pertanggungan senilai 1,6 miliar.

Metode financial needs based value

Dibandingkan dengan dua metode sebelumnya, metode financial needs based value diperhitungkan berdasarkan kebutuhan financial yang lebih spesifik. Hal ini dapat dikategorikan ke dalam biaya pendidikan anak atau biaya kesehatan atas perawatan penyakit tertentu.

Contoh:

Pak Ali (45 tahun) berpenghasilan 8 juta/bulan harus membiayai uang masuk kuliah anaknya 7 tahun lagi yang saat ini senilai 150 juta rupiah dengan perkiraaan inflasi 4%. Uang pertanggungan yang ia butuhkan yaitu senilai 197 juta rupiah.

Lalu berapakah nilai Uang Pertanggungan (UP) yang anda perlukan bagi asuransi jiwa anda beserta keluarga?

Jika anda menemui kesulitan untuk menghitung UP yang sebenarnya anda perlukan dengan ketiga metode di atas, cara paling simpel adalah anda tentukan terlebih dahulu berapa besar premi yang sanggup dan komit untuk anda bayarkan setiap bulannya untuk asuransi anda, baru kmudian dari sana akan ditentukan berapa besar Uang Pertanggungan yang akan anda dapatkan.

Tentunya manfaat UP akan dimaksimalkan mengikuti jumlah premi yang anda bayarkan setiap bulannya.

Untuk informasi lanjut bisa menghubungi saya atau yang ingin mengajukan ilustrasi asuransi bisa isi FORM ini.

Bagi yang tertarik untuk menjalankan Bisnis Asuransi silahkan klik LINK berikut.

Salam Hangat,

Erwin

HP/WA : 08557895677
Email : erwin80@gmail.com