Promo 5 Ekstra Proteksi Dari Allianz

Hidup memiliki ketidakpastian, karena selalu ada risiko kehidupan mulai dari penyakit kritis sampai tidak memiliki simpanan cukup di masa tua. Risiko lainnya seperti biaya hidup dan biaya medis yang terus meningkat dapat terjadi. Yuk cari tahu proteksi lengkap seperti apa yang dibutuhkan agar mimpi masa depan Anda dapat terus terwujud. Sudah cukupkah perlindungan Anda?

Kini telah hadir PROMO 5 EKSTRA PROTEKSI (periode 12 September – 30 Desember 2017): Dengan membeli polis asuransi jiwa unit link Allianz disertai 5 asuransi tambahan (rider) akan mendapatkan 3x perhitungan poin utama Allianz Smart Point melalui pembayaran premi regular dan top up.

Untuk informasi lanjut bisa menghubungi saya atau yang ingin mengajukan ilustrasi asuransi bisa isi FORM ini.

Bagi yang tertarik untuk menjalankan Bisnis Asuransi silahkan klik LINK berikut.

Salam Hangat,

Erwin

HP/WA : 08557895677
Email : erwin80@gmail.com

Tabel Tes Medis Allianz Terbaru (2017)

Mulai 18 September 2017, Allianz Life Indonesia menerapkan tabel tes medis baru yang memungkinkan nasabah usia 45 tahun ke bawah tidak perlu melakukan pemeriksaan kesehatan jika mengambil UP (uang pertanggungan) jiwa tidak melebihi 2.5 miliar.

Berikut adalah tabel tes medis Allianz :

Catatan:

– Tabel tes medis didasarkan pada besar uang pertanggungan jiwa dan usia pemohon.

– Pemohon yang memiliki riwayat sakit (misal: pernah dirawat inap, pernah dioperasi, memiliki asam urat, memiliki riwayat diabetes, dll) mungkin diharuskan menjalani tes medis tanpa melihat usia dan besarnya uang pertanggungan.

– Calon peserta yang melakukan tes darah (Tipe B, C, D, E) diharuskan puasa minimal 10 jam sebelumnya puasa (tidak makan apa pun) mulai pukul 10 malam, dan hanya diperbolehkan minum air putih.

– Biaya pemeriksaan ditanggung Allianz, kecuali untuk pemulihan polis atau pengajuan ulang.

– Pemeriksaan kesehatan dilakukan di klinik atau rumah sakit yang bekerja sama dengan Allianz. Daftar RS/Klinik bisa dilihat di Link berikut ini

Perlindungan Prima Terhadap Penyakit Kritis

Berikut ini adalah kutipan pembicaraan saya dengan salah seorang calon nasabah Allianz :

Saya: Bagaimana cara bapak mengatasi masalah finansial apabila terdiagnosa sakit kritis seperti Kanker, Serangan jantung, Stroke atau Gagal ginjal?
Pak A: Maaf Pak, kalo saya tidak mau pusing.. Bila terdiagnosa sakit kritis, maka saya akan minta keluarga jangan menghabiskan duit… Lebih baik saya mati saja….

Saya: Oh begitu… Bagaimana bila kondisinya dibalik…. Salah satu dari anggota keluarga anda yang membutuhkan dana besar untuk pengobatan sakit kritis? Apakah anda akan membiarkan mereka mati begitu saja?
(Si bapak ini terdiam dan kelihatan berpikir keras…)

Siapapun di dunia ini tidak akan ada yang mau terkena penyakit kritis bukan? Namun siapa yang dapat mengetahui dan meramalkan apa yang akan terjadi di kemudian hari. Lebih baik kita mempersiapkan segala kondisi buruk yang mungkin terjadi di kemudian hari di saat sekarang ini dimana mungkin kondisi keuangan kita masih mampu. Karena kekuatiran yang terbesar adalah disaat musibah itu datang, mungkin kondisi keuangan anda di masa yang akan datang itu tidak akan semampu sekarang ini.

Dengan memiliki asuransi jiwa yang dilengkapi dengan manfaat penyakit sakit kritis, berarti anda memiliki 1 asuransi dengan 2 manfaat sekaligus dimana saat terkena penyakit kritis, si tertanggung akan menerima uang santunan / uang pertanggungan sebesar nominal yang disepakati pada saat di awal membeli asuransi, ditambah lagi di saat si tertanggung meninggal dunia, maka ahli waris dari si tertanggung ( istri dan anak anaknya) akan memperoleh uang santunan/ uang pertanggungan sekali lagi sebesar nominal yang disepakati di awal. Jadi uang pertanggungan yang diterima jumlahnya dobel.

Selain manfaat penyakit kritis, asuransi jiwa Allianz (Tapro Allianz) anda juga dapat dilengkapi dengan manfaat cacat tetap total dan apabila digabungkan akan menjadikan uang pertanggungan yang diterima jumlahnya 3x lipat yaitu Uang pertanggungan apabila terkena penyakit kritis, uang pertanggungan apabila terkena cacat tetap total, dan uang pertanggungan apabila meninggal dunia.

Apakah asuransi jiwa Allianz (Tapro Allianz) cuma bisa dilengkapi manfaat itu saja? Ternyata tidak. Selain ke 3 manfaat yang telah disebutkan di atas, ternyata tapro Allianz juga bisa ditambah manfaat meninggal dunia atau cacat karena kecelakaan sehingga uang pertanggungan yang akan diperoleh jumlahnya menjadi 4x lipat apabila si tertanggung terkena semua kondisi ini yang meliputi sakit kritis, cacat tetap total, meninggal/cacat karena kecelakaan, meninggal dunia.

Kurasa 4x manfaat uang pertanggungan sudah cukup banyak ya. Namun ternyata masih ada lagi manfaat yang bisa ditambahkan ke asuransi jiwa allianz anda. Yaitu manfaat asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit. Anda bisa memilih asuransi kesehatan yang bersifat santunan harian atau yang bersifat ganti rugi atas biaya rumah sakit yang telah dibebankan. Sehingga total ada 5 manfaat yang bisa diperoleh dari hanya 1 asuransi jiwa Allianz yang dimiliki.

Jadi jika anda pernah dirawat di rumah sakit, sempat didiagnosa terkena penyakit kritis, terkena cacat karena kecelakaan, terkena cacat tetap total dan akhirnya meningga dunia, maka total ada 5 manfaat uang pertanggungan yang akan anda peroleh. Namun apabila anda hanya terkena 1 musibah saja yaitu meninggal dunia( Ingat: Semua orang pasti meninggal dunia, hanya beda waktunya saja), maka Uang Pertanggungan sudah pasti cair untuk ahli waris anda. Jadi apakah anda masih berpikir asuransi jiwa Allianz ini tidak memiliki manfaat apa apa kepada anda? Ya, asuransi jiwa Allianz tidak akan bermanfaat apabila anda adalah orang yang dapat hidup abadi dan tidak bisa meninggal dunia.

Masa Tunggu Asuransi Sakit Kritis di Allianz

Jika anda mencari asuransi penyakit kritis dengan masa tunggu tercepat, jawabannya hanya di Allianz. Semua asuransi penyakit kritis di Allianz mulai dari CI, CI+ dan CI100 menerapkan masa tunggu 3 bulan (90 hari) yang artinya setelah polis anda aktif, diperlukan masa tunggu selama 3 bulan barulah anda dapat melakukan klaim penyakit kritis.

Masa tunggu di Asuransi penyakit kritis Allianz ini merupakan masa tunggu tercepat dibandingkan dengan perusahaan asuransi yang lain. Di perusahaan asuransi lain, bahkan ada yang menerapkan masa tunggu untuk penyakit kritis sampai dengan 6 bulan bahkan 1 tahun.

Namun bukan berarti anda boleh menunda nunda untuk memiliki asuransi penyakit kritis ini setelah anda tahu kalau masa tunggu untuk asuransi penyakit kritis di Allianz hanya 3 bulan.

Karena jika dalam masa 3 bulan tersebut anda ternyata terdiagnosa penyakit kritis, maka anda tidak dapat lagi melakukan klaim untuk penyakit kritis yang telah terdiagnosa tersebut, bahkan setelah melewati masa tunggu 3 bulan tersebut.

Oleh karena ada masa tunggu ini lah, maka sangat dianjurkan kepada anda yang kondisi tubuhnya masih sehat saat ini, supaya jangan menunda nunda untuk memiliki asuransi penyakit kritis. Kita tidak pernah tahu apakah kita bisa terkena penyakit kritis.

Dan jika misalnya kita terkena penyakit kritis nantinya, kita juga tidak pernah tahu kapan akan kena nya. Apakah besok, minggu depan, bulan depan, 2 bulan lagi, 6 bulan lagi, atau bahkan 1 tahun lagi? Tidak ada orang yang tahu.

Jadi daripada kita menerka nerka dan mempertaruhkan masa depan hidup kita, alangkah baiknya jika kita mempersiapkan diri dengan memiliki asuransi penyakit kritis Allianz mulai dari sekarang. Harga premi yang murah dan terjangkau membuat siapapun dapat memiliki asuransi penyakit kritis ini. Anda bahkan bisa memiliki asuransi penyakit kritis hanya dengan Rp 500.000 per bulan saja.

Bayangkan dengan uang yang anda akan habiskan untuk biaya dokter dan biaya rumah sakit apabila suatu saat anda terdiagnosa penyakit kritis. Jumlahnya bisa dari puluhan juta, ratusan juta bahkan miliaran loh, tergantung dari seberapa parah penyakit kritis yang anda derita.

Sudah sejak lama, World Health Organization (WHO) memperkirakan peningkatan kasus penyakit kritis yang menyebabkan kematian. Dalam laporannya, The World Health Report 1998, Life in the 21st Century: A Vision for All, organisasi internasional di bidang kesehatan itu memproyeksikan penyakit kritis menjadi penyebab tiga perempat kematian di seluruh dunia pada 2020. WHO bahkan memprediksikan mayoritas kematian akibat penyakit kronis tersebut terjadi di negara dengan ekonomi berkembang.

Khusus di Indonesia, data WHO tersebut menunjukkan sekitar 61% dari total jumlah kematian pada 2002 disebabkan penyakit kritis. Berarti, dari 1,63 juta total kasus kematian pada saat itu, sekitar 986.000 di antaranya disebabkan oleh penyakit kritis, yakni penyakit jantung, kanker, gangguan pernapasan kronis, diabetes dan gangguan kronis lainnya.

Di Indonesia, WHO menunjukkan pada 2005 ada sekitar 12% pria dan 28% wanita berusia 30 tahun ke atas yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas. Jumlah itu diperkirakan meningkat signifikan dalam 10 tahun kemudian.

Pada 2015, WHO meyakini problem tersebut bakal terjadi kepada sekitar 13% pria dan 38% wanita Indonesia dengan rentang usia 30 tahun ke atas. Dengan begitu, risiko penyakit kritis pun bakal melonjak.

Di Indonesia, peningkatan biaya pengobatan setiap tahun diyakini lebih tinggi dari rerata inflasi. Apalagi, biaya pengobatan untuk penyakit kritis jauh lebih besar. Naiknya biaya hidup dan kesehatan di Indonesia menjadi kekhawatiran kebanyakan orang Indonesia, khususnya untuk penduduk yang berusia 30-40 tahun.

Penyakit kritis dapat menyerang siapa saja, pada usia berapa pun. Dengan kesadaran tentang kesehatan dan menerapkan pola hidup yang baik untuk menghindari penyakit kritis, serta memiliki perlindungan asuransi yang memadai, kami sangat berharap agar Anda tidak mengalami masalah keuangan yang berarti disaat terkena penyakit kritis.

Karena asuransi penyakit kritis di Allianz memiliki masa tunggu 3 bulan, jadi jangan tunda tunda lagi untuk memiliki asuransi penyakit kritis. Ayo daftar sekarang.

Mengenal 49 jenis penyakit kritis yang ditanggung Allianz

Asuransi Allianz memiliki 3 jenis rider/ manfaat penyakit kritis yang dapat ditambahkan di produk asuransi jiwa nya yaitu CI, CI+ dan CI100. Jika anda ingin mendapatkan pertanggungan atas kondisi penyakit kritis, maka anda tidak dapat hanya membeli manfaat penyakit kritisnya saja namun anda juga harus membeli asuransi jiwa Allianz sebagai produk dasar. Manfaat penyakit kritis bisa ditambahkan ke dalam produk asuransi jiwa dasar ini.

Bayangkan anda mau asuransi yang seperti apa, yang memberikan perlindungan apa saja, trus anda pingin nya premi nya berapa per bulan, berapa besar uang pertanggungan kematian atau sakit kritis yang anda inginkan jika terjadi klaim nantinya. Semuanya itu dapat anda konsultasikan kepada saya. Saya akan menyusun dan membuat proposal ilustrasi asuransi Allianz yang disesuaikan dengan kebutuhan anda.

Oleh sebab itu, produk asuransi Allianz yang akan saya tawarkan akan berbeda beda antara nasabah yang satu dengan nasabah yang lain. Sebab kebutuhan setiap orang itu berbeda. Ada nasabah yang minta ke saya utk memaksimalkan manfaat asuransi jiwa nya saja tanpa perlu mengambil manfaat sakit kritis. Ada juga nasabah yang meminta utk dimaksimalkan manfaat penyakit kritis nya maupun manfaat cacat tetap totalnya. Ada juga nasabah yang hanya butuh asuransi jiwa yang besar disaat anak anak nya masih kecil sedangkan apabila jika anak anak nya sudah dewasa dan sudah bekerja, proteksi asuransi jiwa nya tidak perlu sebesar itu lagi seperti pada saat anaknya masih kecil.

Jadi beragam kebutuhan setiap orang mengakibatkan beragam pula kebutuhannya akan asuransi. Sudah menjadi tugas saya untuk menemukan apa yang menjadi kebutuhan dari setiap nasabah dan saya akan mencoba untuk menawarkan jenis asuransi Allianz yang paling sesuai dengan yang mereka cari.

Manfaat penyakit kritis Allianz CI dan CI+ hampir mirip karena sama sama menanggung sebanyak 49 kondisi penyakit kritis. Sedangkan CI100 menanggung sebanyak 100 kondisi penyakit kritis. Asuransi penyakit kritis CI dan CI+ tidak memiliki survivor period (masa bertahan hidup) sehingga apabila seseorang terkena serangan jantung pertama dan kemudian langsung meninggal dunia di tempat, ahli waris dari si tertanggung akan mendapatkan uang santunan (UP) penyakit kritis ditambah dengan uang santunan (UP) kematian.

Sedangkan asuransi penyakit kritis CI100 memiliki survivor period (masa bertahan hidup) selama 7 hari sehingga ketika si tertanggung terdiagnosa salah satu 100 kondisi sakit kritis, dia mesti menunggu dan bertahan hidup selama 7 hari dahulu sebelum dia dapat melakukan klaim. Jadi masing masing dari produk manfaat penyakit kritis Allianz baik CI, CI+ maupun CI100, sama sama menawarkan beragam manfaat yang berbeda. Tergantung pada nasabah, mana yang dipilih sesuai dengan kebutuhannya masing masing.

Adapun 49 jenis penyakit kritis yang ditanggung oleh CI maupun CI+ Allianz adalah :

1. Serangan Jantung Pertama
2. Stroke
3. Operasi Jantung Koroner
4. Operasi Penggantian Katup Jantung
5. Kanker
6. Gagal Ginjal
7. Kelumpuhan
8. Multiple Sclerosis
9. Transplantasi Organ Vital Tubuh
10. Penyakit Alzheimer/Gangguan Otak Organik Degeneratif yang tidak dapat pulih kembali.
11. Koma
12. Penyakit Parkinson
13. Terminal Illness
14. Penyakit Paru-paru Kronis/Tahap Akhir
15. Penyakit Hati Kronis
16. Penyakit Motor Neuron
17. Muscular Dystrophy
18. Anemia Aplastis
19. Operasi Pembuluh Aorta
20. Hepatitis Fulminant
21. Pulmonary Arterial Hypertension Primer
22. Meningitis Bakteri
23. Tumor Otak Jinak
24. Radang Otak
25. Luka Bakar
26. Poliomyelitis
27. Trauma Kepala Serius
28. Apallic Syndrome
29. Penyakit Jantung Koroner Lain Yang Serius
30. Angioplasti dan penatalaksanaan invasif lainnya untuk Penyakit Jantung Koroner
31. Lupus Eritematosus Sistemik (Systemic Lupus Erythematosus)
32. HIV Yang didapatkan melalui Transfusi Darah dan Pekerjaan
33. Tuli (Hilangnya fungsi Indra pendengaran)
34. Bisu (Kehilangan Kemampuan Bicara)
35. Kebutaan
36. Skleroderma progresif
37. Penyakit Kista Medullary
38. Cardiomyopathy
39. Aneurisma Pembuluh Darah Otak Yang Mensyaratkan Pembedahan
40. Terputusnya Akar -Akar Syaraf Plexus Brachialis
41. Stroke Yang Memerlukan Operasi Arteri Carotid
42. Operasi Scoliosis Idiopatik
43. Pankreatitis Menahun Yang Berulang
44. Penyakit Kaki Gajah Kronis
45. Hilangnya Kemandirian Hidup
46. Kematian Selaput Otot atau Jaringan (Gangrene)
47. Rheumatoid Arthritis Berat
48. Colitis Ulterative Berat (Cronh’s disease)
49. Penyakit Kawasaki Yang Mengakibatkan Komplikasi Pada Jantung

Pentingnya Rider Payor pada Asuransi Tapro Allianz

Dalam polis asuransi jiwa ada rider (manfaat tambahan) yang dinamakan manfaat pembebasan premi. Dalam asuransi jiwa tradisional (term life,whole life, dan endowment), istilah yang lazim digunakan untuk manfaat ini adalah Waiver of Premium. Sedangkan Dalam asuransi jiwa unit-link termasuk asuransi Tapro Allianz, istilah yang digunakan adalah Payor Benefit.

Rider Waiver of Premium dan Payor Benefit memberikan pembebasan premi jika pemegang polis mengalami Penyakit Kritis (Critical Illness [CI]) atau Cacat Tetap Total (Total Permanent Disability [TPD]). Ada yang membebaskan premi dari kondisi sakit kritis saja, atau TPD saja, ada juga yang dari kedua-duanya. Di Allianz, manfaat payor benefit ini diberikan bagi pemegang polis yang mengalami penyakit kritis atau cacat tetap total. Jadi cakupannya lebih luas.

Sebenarnya apa sih perbedaan mendasar antara waiver of premium dengan payor benefit? Apakah perbedaan nya hanya pada nama dan istilahnya saja padahal sebenarnya manfaat yang diberikan oleh kedua produk ini adalah sama? Ternyata tidak. Ada 2 perbedaan mendasar dari Waiver of Premium pada asuransi jiwa tradisional dan rider Payor Benefit pada asuransi unit link. Apa sajakah itu? Mari kita simak baik baik.

  1. Waiver of Premium memberikan pembebasan premi sesuai dengan masa pembayaran premi dari polis dasarnya. Jika polis dasarnya berjangka waktu pembayaran 10 tahun, maka manfaat Waiver pun berlaku selama 10 tahun. Misalnya terjadi TPD di tahun ke-5, maka nasabah dibebaskan dari membayar premi mulai tahun ke-6 sd tahun ke-10. Sedangkan Payor Benefit memberikan pembebasan premi sampai usia tertentu, biasanya sampai usia pemegang polis mencapai 65 tahun. Walaupun masa pembayaran premi direncanakan hanya 10 tahun, pembebasan premi tetap diberikan sampai usia si pemegang polis mencapai 65 tahun. Misalnya nasabah usia 30 tahun, terkena cacat tetap total di tahun kelima setelah memiliki asuransi yang dilengkapi dengan payor benefit (usia 35 tahun), maka dia akan mendapatkan manfaat pembebasan premi sampai usianya 65 tahun yang artinya dia tidak perlu lagi membayar premi sampai dengan dia mencapai usia 65 tahun karena premi nya telah dibayarkan oleh perusahaan asuransi.

  2. Waiver of Premium memberikan pembebasan dalam bentuk berhenti bayar premi, sedangkan Payor Benefit memberikan pembebasan premi dalam bentuk premi dibayarkan oleh perusahaan asuransi. Jika sebelumnya nasabah yang menyetor premi, setelah Payor Benefit berlaku, ganti perusahaan asuransi yang menyetor premi ke polis nasabah yang bersangkutan. Premi yang disetorkan perusahaan akan menjadi nilai investasi pada polis asuransi unit-link nasabah, dan nasabah boleh saja mengambil nilai investasi tersebut. Hebat bukan?

Jadi misalnya di asuransi Tapro Allianz, jika si pemegang polis terkena penyakit kritis atau cacat tetap total, di usia katakanlah 30 tahun (dia masuk asuransi di usia 28 tahun), berarti si pemegang polis itu tidak perlu lagi membayar premi asuransi nya karena perusahaan Allianz yang akan membayarkan premi nya setiap bulan sampai dengan si pemegang polis itu mencapai usia 65 tahun.

Dengan kata lain, pada Waiver of Premium, nasabah mendapatkan polis asuransi secara gratis, sedangkan pada Payor Benefit, nasabah mendapatkan uang tunai sebesar premi secara gratis yang dibayarkan setiap bulan oleh perusahaan asuransi ke polis asuransi si nasabah. Adapun biaya-biaya polis asuransi nya (cost of insurance, biaya administrasi, biaya akuisisi jika usia polis masih di bawah 5 tahun) tetap harus dibayar dengan cara dipotong dari nilai investasi setiap bulannya.

Manfaat Tambahan Pembebasan Premi ini seberapa penting?

Jika seseorang mengalami penyakit kritis atau cacat tetap total, menurut anda apa yang dia butuhkan?

Penyakit kritis membutuhkan biaya yang sangat besar untuk pengobatan dan perawatan. Apa yang dibutuhkan di sini?

Uang tunai yang besar. Penyakit kritis juga bisa menimbulkan kehilangan kemampuan produktif, berarti uang tunai yang besar itu juga harus ada lebihnya untuk biaya hidup.

Cacat tetap total atau lumpuh menimbulkan kehilangan kemampuan produktif alias tidak bisa bekerja lagi. Apa yang orang butuhkan saat ini?

Tidak lain adalah uang tunai yang besar untuk menggantikan penghasilan, di mana penghasilan ini diperlukan untuk memenuhi biaya hidup dan kebutuhan lainnya.

Rider pembebasan premi seperti payor benefit sebenarnya hanya berfungsi melindungi polis dari lapse karena ketidakmampuan bayar premi ketika anda sudah tidak produktif lagi karena telah terkena penyakit kritis atau cacat tetap total. Sedangkan untuk memberikan perlindungan terhadap kondisi penyakit kritis atau cacat tetap totalnya sendiri, payor benefit tidak menyediakan manfaat apa apa untuk itu.

Oleh karena itu, polis asuransi jiwa yang anda miliki sebaiknya dilengkapi pula dengan manfaat yang memberikan perlindungan berbentuk uang tunai dari risiko sakit kritis dan cacat tetap total seperti CI100 dan TPD. CI100 dan TPD merupakan rider/ manfaat tambahan yang dapat ditambahkan pada asuransi Tapro Allianz yang anda miliki. CI100 memberikan uang tunai dalam jumlah besar di saat anda terdiagnosa penyakit kritis. Sedangkan TPD menyediakan uang tunai dalam jumlah besar di saat anda menderita cacat tetap total.

Jadi perlindungan terhadap biaya pengobatan yang mahal akibat penyakit kritis, dan juga terhadap kehilangan penghasilan yang mungkin disebabkannya, disediakan melalui rider CI (Critical Illness), sedangkan Perlindungan terhadap penghasilan karena ketidakmampuan total diperoleh jika seseorang mengambil rider TPD (Total Permanent Disability).

Dengan kata lain, manfaat tambahan/rider pembebasan premi (Payor Benefit) menempati prioritas yang lebih rendah setelah rider penyakit kritis (CI) dan rider cacat tetap total (TPD)

Biasanya penawaran standar yang saya berikan kepada calon nasabah melalui asuransi Tapro Allianz adalah manfaat perlindungan yang mencakup :

  1. Asuransi Jiwa Dasar (proteksi meninggal dunia)
  2. CI (proteksi penyakit kritis). Di SmartLink Flexi Account Plus ada rider, CI, CI+, danCI100. Yang paling saya rekomendasikan adalah CI100.
  3. ADDB (proteksi meninggal atau cacat karena kecelakaan)
  4. TPD (proteksi cacat tetap total)
  5. Payor Benefit (manfaat pembebasan premi jika terkena penyakit kritis atau cacat tetap total)

Jika uang untuk membayar premi tidak menjadi masalah bagi anda, saya menyarankan anda untuk mengambil semua manfaat di atas di dalam asuransi Tapro Allianz anda. Tetapi jika budget/anggaran anda terbatas, saya sarankan ambillah proteksi sesuai urutan mulai dari nomor yang paling atas (no 1 merupakan yang paling penting, kemudian dilanjutkan dengan yang no 2 dan seterusnya).

Asuransi Penyakit Kritis Allianz memiliki Survival Period Tersingkat

Apa maksudnya survival period atau masa bertahan hidup di dalam asuransi penyakit kritis? Kalau Anda belum tahu berikut ini ulasan singkatnya.

Survival period atau masa bertahan hidup di dalam asuransi penyakit kritis adalah persyaratan yang diwajibkan oleh sebuah perusahaan asuransi dalam membayar klaim asuransi penyakit kritis yang dilakukan oleh nasabah. Survival period ini berbeda beda antara satu perusahaan asuransi dengan perusahaan asuransi yang lain. Ada yang 30 hari, 14 hari, 7 hari atau bahkan 0 hari.

Oleh sebab itu sangat penting bagi anda untuk menanyakan tentang survival period ini di saat anda sedang mencari dan memilih untuk membeli asuransi penyakit kritis. Jangan hanya tergiur dengan premi yang murah saja, tetapi anda juga mesti mempertimbangkan survival period/ masa bertahan hidup yang paling singkat.

Contoh dari survival period ini adalah demikian.

Survival period 7 hari artinya adalah untuk melakukan klaim UP penyakit kritis maka persyaratannya adalah si nasabah/tertanggung harus masih bisa bertahan hidup 7 hari setelah dia didiagnosa terkena penyakit kritis. Jadi klaim UP penyakit kritis ke perusahaan asuransi dilakukan di hari ke 8. Kalau pasien meninggal sebelum 7 hari maka klaim nya tidak dapat dilakukan.

Jika Pak Anthony tanggal 1 Januari 2016 hasil biopsinya menunjukkan terjadi kanker ganas stadium akhir, maka untuk syarat pencairan klaim asuransi penyakit kritis ini maka pada tanggal 7 Januari 2015 Pak Anthony harus masih hidup. Apabila Pak Antohony meninggal dunia sebelum tanggal 7 januari 2015 maka klaim tidak dapat dilakukan.

Oleh sebab itulah sangat penting untuk memilih dan mencari asuransi penyakit kritis yang menawarkan survival period/ masa bertahan hidup yang paling singkat. Survival period asuransi penyakit kritis yang semakin singkat maka semakin baik. Coba cek polis anda berapa lama survival period dari asuransi penyakit kritis yang anda miliki saat ini?

Ketika anda sudah tahu maksud survival period ini sekarang harusnya anda lebih bijak memilih asuransi sakit kritis yang lebih baik. Nah sekarang coba bayangkan nasabah asuransi penyakit kritis yang kena penyakit sudden death alias serangan jantung. Biasanya orang yang terkena serangan jantung, banyak yang meninggal dunia di saat itu juga. Artinya apa ?

Jika asuransi penyakit kritisnya memiliki survival period, maka UP penyakit kritis nya tidak akan cair saat di klaim. Yang bisa cair hanya UP meninggal dunia saja. Tetapi jika survival period nya 0 hari, maka di saat si tertanggung itu terkena serangan jantung pertama trus saat itu juga meninggal dunia, maka ahli waris nya akan memperoleh 2 Uang pertanggungan sekaligus yaitu UP penyakit kritis dan UP jiwa.

kabar baiknya adalah anda tidak perlu mencari kemana mana lagi karena asuransi penyakit terbaik di indonesia saat ini hanya ada di Allianz. Selain menawarkan manfaat UP yang sangat tinggi dengan premi yang sangat terjangkau, asuransi penyakit kritis di Allianz juga menawarkan masa bertahan hidup/ survival period tersingkat jika dibandingkan dengan asuransi penyakit kritis dari perusahaan lain. Di Allianz, terdapat 3 manfaat perlindungan sakit kritis yang dapat anda pilih yaitu CI, CI+ dan CI100.

Di CI dan CI+, tidak ada survival period alias 0 hari. Jadi jika case yang terjadi seperti contoh serangan jantung yang tadi telah diutarakan, maka ahli waris dapat melakukan klaim penyakit kritis dan jiwa sekaligus di saat si tertanggung meninggal dunia akibat serangan jantung. Hebat kan? Jarang sekali loh ada asuransi penyakit kritis yang menawarkan survival period 0 hari. Hanya di Allianz yang bisa seperti ini.

Sedangkan untuk CI100, survival period nya juga sangat singkat yaitu 7 hari. Di perusahaan asuransi lain, rata rata, survival period dari produk asuransi penyakit kritis mereka adalah 14 hari bahkan lebih. Jadi kalau begitu bukankah lebih baik memilih CI dan CI+ daripada CI100 kalau di Allianz? Jika melihat dari segi survival period saja, memang CI dan CI+ lebih unggul dibandingkan CI100. Tapi jika dilihat dari sisi yang lain, banyak sekali kelebihan dari CI100 yang tidak dimiliki oleh CI dan CI+.

CI100 adalah asuransi penyakit kritis dari Allianz yang mengcover 100 kondisi penyakit kritis termasuk dari early stage (tahap awal) sampai dengan usia si tertanggung mencapai 100 tahun.

CI+ adalah asuransi penyakit kritis dari Allianz yang mengcover 49 kondisi penyakit kritis dari tahap advance, sampai dengan usia si tertanggung mencapai 70 tahun.

CI adalah asuransi penyakit kritis dari Allianz yang mengcover 49 kondisi penyakit kritis dari tahap advance, sampai dengan usia si tertanggung mencapai 70 tahun. Beda nya dengan CI+ adalah, di CI, UP penyakit kritis ini mengurangi UP jiwa. Sedangkan di CI+ dan CI100, UP penyakit kritis terpisah dengan UP jiwa.

Jadi jika demikian,sebagai nasabah yang ingin mendapatkan proteksi yang maksimal, manakah asuransi penyakit kritis yang sebaiknya dipilih di Allianz?

Saran saya, pilihan utama nya tentu saja CI100 karena meskipun memiliki survival period selama 7 hari, namun perlindungan yang diberikan lebih banyak yaitu 100 kondisi penyakit kritis, bahkan mulai dari early stage dan lebih lama yaitu sampai dengan usia tertanggung mencapai 100 tahun. Boleh dibilang sudah melindungi seumur hidup ini. Jadi apabila si tertanggung terkena penyakit kritis di usia 80 tahun, masih tetap bisa di klaim.

Berbeda dengan CI dan CI+ yang hanya mengcover sampai usia 70 tahun saja. Jadi jika terkena sakit kritis di usia 71 tahun, otomatis tidak bisa melakukan klaim lagi karena sudah lewat masa proteksi nya.

Semua asuransi penyakit kritis di perusahaan asuransi lain semuanya memberikan manfaat masa proteksi rata rata hanya sampai 70 tahun saja. Ini fakta, silahkan di cek kebenarannya karena saya sendiri telah melakukan survey dan perbandingan.

Lalu jika membeli asuransi penyakit kritis CI100, berarti tidak tercover oleh manfaat serangan jantung donk yah karena rata rata orang yang terkena serangan jantung kan langsung meninggal dunia di saat itu juga. Sedangkan di CI100 ada survival period atau masa bertahan hidup selama 7 hari.

Jadi apa tujuan anda beli asuransi penyakit kritis khususnya yang CI100 ini ? Kalau terjadi resiko serangan jantung yang mengakibatkan meninggal dunia maka harus siap-siap tidak bisa klaim untuk manfaat sakit kritisnya. Sehingga kalau untuk proteksi dari serangan jantung, asuransi penyakit kritis CI100 ini menjadi kurang begitu bermanfaat.

Tetapi asuransi penyakit kritis CI100 ini sangat bermanfaat untuk proteksi penyakit kritis selain jantung seperti kanker, gagal ginjal, atau stroke yang memiliki probabilitas bertahan hidup yang lebih panjang sehingga klaim asuransi penyakit kritis nya bisa dibayarkan perusahaan asuransi.