Support dari Allianz Hospital Assistant

Apa Itu Allianz Hospital Assistant?
Allianz Hospital Assistant (AHA) adalah layanan via telepon seluler selayaknya asisten pribadi untuk membantu administrasi nasabah asuransi kesehatan individu Allianz yang sedang dirawat inap

Melalui layanan AHA, nasabah akan mendapatkan kenyamanan lebih ketika berada di rumah sakit sehingga dapat fokus pada proses perawatan penyembuhan.

 

Iklan

Allianz Hospital and Surgery Care Premier

Produk terbaru dari Allianz Jan 2019
Yang ditunggu-tunggu
HS Terbaik Allianz Launching !!!!

 Perlindungan sd 99 Tahun
 Perlindungan 1 Kamar 1 Tempat Tidur ( VIP ) atau 2 Tempat Tidur ( Kelas 1 ) – Anti inflasi
 Limit dari 3M sd 25M / Tahun
 Perlindungan dari Asia sd Seluruh dunia
 As Charged ! ( Sesuai Tagihan ) termasuk cuci darah, transpalasi organ tubuh, kemoterapi, fisioterapi juga As Charged !!
 Tersedia Santunan Penyakit Kritis di dalam HS
⭐️ Tersedia Pengobatan tradisional
 Masa Tunggu hanya 90 Hari Untuk Penyakit Kritis

Untuk informasi lanjut bisa menghubungi saya atau yang ingin mengajukan ilustrasi asuransi bisa isi FORM ini.

Bagi yang tertarik untuk menjalankan Bisnis Asuransi silahkan klik LINK berikut.

Salam Hangat,

Erwin

HP/WA : 08557895677
Email : erwin80@gmail.com

Bukti Klaim Operasi ACL

Terpeleset di WC , Putus urat ACL ( Anterior Cruciate Ligamen) dan robek bantalan sendi (Mediskus), operasi 5 hari 163 jt full cover dari asuransi Allianz dan hanya bayar uang tongkat dan pisau cukur 700 ribuan rupiah..

Kita tidak tau besok hujan atau panas bijaksanalah dalam hidup untuk memproteksi diri kita dan keluarga tercinta kita.
Ini lha tugas seorang agen asuransi 🤗

#TerimaKasih
#Allianz
#SmardmedPremier

Cara Menentukan Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa Yang Ideal

Bagaimana cara menentukan uang pertanggungan asuransi jiwa yang ideal? Semua orang yang mengajukan untuk membeli asuransi, pastilah menginginkan manfaat Uang Pertanggungan (UP) yang besar. Mungkin Rp. 1 Milyar, 2 Milyar atau bahkan unlimited (tidak terbatas).

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan keinginan memperoleh manfaat UP yang maksimal seperti itu, tapi tentunya kembali lagi harus dibarengi dengan berapa jumlah premi yang sanggup anda bayarkan per bulannya untuk memperoleh manfaat UP tersebut.

Jangan karena menginginkan UP besar, anda malah memaksakan diri untuk membayar premi yang terlampu tinggi melebihi kesanggupan anda sehingga yang terjadi akhirnya malah polis asuransi anda lapse (mati) karena pembayaran premi bulanan berhenti di tengah jalan.

Jika ini yang terjadi pada anda, anda bisa mengajukan perubahan jumlah premi ke ke nominal yang lebih rendah ke pihak asuransi. Tentu saja seiring dengan turunnya premi, manfaat uang pertanggungan nya juga pasti akan turun.

Lalu apakah ada sebuah cara atau trik yang legal agar saya dapat memperoleh manfaat uang pertanggungan yang besar namun dengan premi yang rendah? Jawabannya ada dan caranya sangat simpel sekali. Hanya masalah di waktu. Semakin cepat anda memutuskan untuk ikut program asuransi, maka premi yang akan anda bayarkan semakin murah.

Namun jika anda selalu menunda nunda untuk ikut program asuransi, premi anda akan semakin mahal nantinya mengikuti usia anda. Semakin tua usia anda saat mulai ikut program asuransi, maka premi yang akan anda bayarkan semakin tinggi dan manfaat yang akan anda peroleh semakin rendah sebab risiko kematian bagi seseorang itu akan semakin bertambah apabila usia nya bertambah.

Saya selalu menyarankan anda yang masih berusia muda, sekitar umur 20 atau 30 an untuk mulai sadar dan ikut berasuransi. Di Allianz, Anda dapat memilih premi yang paling murah yaitu sekitar Rp. 350.000 per bulan saja untuk memperoleh manfaat UP santunan kematian sebesar Rp. 1 Milyar. Contoh Ilustrasi Premi 350rb/bulan

Coba hitung saja sendiri ya. Jika anda menabung Rp. 350.000 selama 10 tahun atau 20 tahun, dana anda yang akan terkumpul di tabungan mungkin hanya sekitar 350.000x12x10 = 42.000.000 dan 350.000x12x20= 84.000.000.

Apabila anda sekarang berusia 25 tahun dan 10 tahun kemudian anda meninggal dunia, anda hanya akan mewariskan Rp. 42.000.000 saja ke anak istri anda sesuai dengan besar tabungan yang anda miliki jiak anda rutin menabung 350.000 per bulan.

Sedangkan apabila anda meninggal di usia 45 tahun (20 tahun kemudian), anda hanya mewariskan Rp. 84.000.000 ke anak istri anda jika anda rutin menabung sebesar Rp. 350.000 per bulan sejak usia 25 tahun. Bayangkan apabila anda masuk asuransi jiwa.

Anda sama sama menabung sejak usia 25 tahun, tetapi jika anda meninggal dunia di usia 35 tahun, anda akan mewariskan Rp 1 Milyar kepada anak dan istri anda.

Begitu pula jika anda tutup usia di umur 45 tahun, anda juga akan mewariskan Rp. 1 Milyar kepada keluarga anda yang ditinggalkan. Jadi anda pilih mana? Mau meninggal miskin atau meninggal kaya?

Mau meninggal dengan mewariskan sedikit harta atau meninggal mewariskan banyak harta dan yang hebatnya lagi harta yang diwariskan itu dibayarkan oleh perusahaan asuransi jadi bukan berasal dari uang yang anda tabung. Warisan itu dibayarkan oleh Perusahaan Asuransi kepada ahli waris anda dan itu tidak dipotong pajak lagi.

Mungkin anda akan protes begini. Uang yang ditabung selama 10 atau 20 tahun kan mendapatkan bunga. Jadi tidak mungkin donk nabung Rp. 350.000 per bulan selama 10 tahun cuma menerima Rp. 42.000.000 saja atau menabung selama 20 tahun, kok cuma menerima sebesar Rp. 84.000.000. Kan ada bunga bank nya.

Baik, memang di asumsi ini saya tidak memasukkan bunga bank untuk memudahkan dalam perhitungan saja. Tetapi apabila saya memasukkan bunga bank untuk menghitung tabungan maka dalam perhitungan UP asuransi juga saya akan menyertakan hasil investasi nya juga supaya adil. Jadi di asuransi jiwa Allianz, klaim santunan kematian yang akan diterima oleh ahli waris tidak hanya sebesar UP 1 Milyar itu saja namun juga akan ditambah Hasil Investasi.

Jadi sebenarnya saat si tertanggung meninggal dunia, ahli waris akan memperoleh UP santunan kematian + Hasil Investasi. Hanya saja UP itu nilainya tetap dan dijamin oleh perusahaan asuransi sedangkan Hasil Investasi itu tidak dijamin nominalnya.

Sebelum memutuskan untuk membeli produk asuransi jiwa, anda hendaknya melakukan penghitungan UP (Uang Pertanggungan) terlebih dahulu. Hal ini ditujukan untuk mengetahui besarnya uang yang dibutuhkan di masa depan agar memperoleh manfaat yang maksimal dari produk asuransi yang tepat.

Di samping itu, penghitungan UP juga diperlukan sebagai penentuan besarnya premi yang harus dibayarkan. Bagaimana cara penghitungan UP yang benar dan optimal? Dalam hal ini, ada tiga metode yang dapat ditempuh, yaitu:

Metode human life value

Human life value merupakan metode umum yang digunakan untuk menghitung besarnya UP asuransi jiwa. Cara ini menentukan besarnya nilai dan banyaknya nominal uang yang dibutuhkan untuk memenuhi kehidupan keluarga selama jangka waktu tertentu. Ada empat hal utama yang diperhatikan dan dipertimbangkan dalam metode ini, yakni: besarnya penghasilan tahunan, besarnya pengeluaran tahunan, berapa lama lagi pencari nafkah tersebut akan pensiun dari pekerjaannya(dihitung dalam tahunan), serta estimasi dana yang dibutuhkan.

Contoh:

Ali (30 tahun) menghasilkan 120 juta/tahun dan pengeluaran tetap bulanan dirinya dan keluarga yaitu sebesar 5 juta/bulan. Maka, pengeluaran tahunan keluarga Ali adalah 60 juta. Dalam jangka 25 tahun lagi, Andi akan pensiun dari pekerjaan. Maka, rumusnya yaitu:

Lama pertanggungan x penghasilan tahunan. 25 x 120 juta = 3 miliar. Maka life value Ali yaitu sebesar 3 miliar rupiah sedangkan uang pertanggungan yang dibutuhkan keluarga sebesar 1,5 miliar (UP).

Metode income based value

Berbeda dari metode pertama yang tidak memperhitungkan kemungkinan kenaikan biaya atau kebutuhan, metode income based value berdasarkan pada ekspektasi inflasi yang selalu terjadi setiap tahunnya dari penghasilan bulanan yang didapatkan.

Contoh:

Pak Ali (40 tahun) memiliki penghasilan bulanan sebesar 5 juta rupiah. Diperkirakan inflasi  setahun yaitu 5%. Hingga berusia 60 tahun (20 tahun lagi), Pak Rio perlu dapat memberikan uang pertanggungan senilai 1,6 miliar.

Metode financial needs based value

Dibandingkan dengan dua metode sebelumnya, metode financial needs based value diperhitungkan berdasarkan kebutuhan financial yang lebih spesifik. Hal ini dapat dikategorikan ke dalam biaya pendidikan anak atau biaya kesehatan atas perawatan penyakit tertentu.

Contoh:

Pak Ali (45 tahun) berpenghasilan 8 juta/bulan harus membiayai uang masuk kuliah anaknya 7 tahun lagi yang saat ini senilai 150 juta rupiah dengan perkiraaan inflasi 4%. Uang pertanggungan yang ia butuhkan yaitu senilai 197 juta rupiah.

Lalu berapakah nilai Uang Pertanggungan (UP) yang anda perlukan bagi asuransi jiwa anda beserta keluarga?

Jika anda menemui kesulitan untuk menghitung UP yang sebenarnya anda perlukan dengan ketiga metode di atas, cara paling simpel adalah anda tentukan terlebih dahulu berapa besar premi yang sanggup dan komit untuk anda bayarkan setiap bulannya untuk asuransi anda, baru kmudian dari sana akan ditentukan berapa besar Uang Pertanggungan yang akan anda dapatkan.

Tentunya manfaat UP akan dimaksimalkan mengikuti jumlah premi yang anda bayarkan setiap bulannya.

Untuk informasi lanjut bisa menghubungi saya atau yang ingin mengajukan ilustrasi asuransi bisa isi FORM ini.

Bagi yang tertarik untuk menjalankan Bisnis Asuransi silahkan klik LINK berikut.

Salam Hangat,

Erwin

HP/WA : 08557895677
Email : erwin80@gmail.com

Tips Memilih Jasa Asuransi

asuransi-kesehatan-slide-e1442050134727

Jasa asuransi akan bermanfaat ketika kita mengalami hal-hal yang tidak terduga seperti kecelakaan, sakit, atau biaya pendidikan anak serta kehilangan, tentu kita akan sangat kerepotan.  Bahkan banyak dari kita yang bingung terutama dari segi finansial, secara tidak langsung inilah fungsi dari asuransi yang akan memberikan kita bantuan, perlindungan menyangkut hal-hal yang mungkin terjadi di masa depan terutama masalah dana atau keuangan.

Namun anda juga harus berhati-hati serta selektif dalam memilih jasa asuransi. Karena banyak jasa asuransi yang hanya memberikan janji palsu semata, dengan cara menolak klaim asuransi ketika nasabah sedang tertimpa musibah, hal ini tentu sangat merugikan.  Banyak cara yang bisa anda lakukan sebelum melakukan pendaftaran pada jasa asuransi, semuanya kami rangkum dalam 5 tips memilih jasa asuransi:

  • Pilih asuransi  sesuai kebutuhan

Anda harus menentukan prioritas saat memilih asuransi.  Ada banyak sekali jenis asuransi, asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi kematian, asuransi pendidikan, asuransi aset, bahkan asuransi mobil.  Jika ingin menjamin dana pendidikan untuk anak di masa depan, maka pilih asuransi pendidikan.  Jika kesehatan dirasa sangat penting masa pilih asuransi kesehatan.  Asuransi sebagai ladang cadangan yang akan membantu anda, jangan sampai ladang tersebut justru tidak bermanfaat bagi anda nantinya.

  • Bayar premi sesuai kemampuan

Premi atau iuran yang harus anda bayarkan kepada jasa asuransi juga harus anda cermati.  Sesuaikan dengan kemampuan anda serta pendapatan anda dalam sebulan.  Jangan sampai justru premi yang harus anda keluarkan akan memberatkan anda dan menjadi beban tersendiri.  Tidak hanya itu, premi yang terlalu besar juga akan membuat kebutuhan anda di luar itu menjadi terganggu.

  • Pilih jasa asuransi legal

Jasa asuransi yang saat ini bagai jamur di musim hujan juga harus anda cermati dengan benar.  Jangan sampai tergiur dengan keuntungan yang ditawarkan anda sampai melupakan keamanan anda sendiri.  Pilih jasa asuransi yang legal dan diakui oleh pemerintah.  Cek juga reputasi atau rekam jejaknya dengan mencari berita terkait.  Pelajari juga bagaimana cara pengajuan klaim atau penarikan jasa asuransi tersebut.

  • Pilih jenis polis asuransi

Pelajari apa saja yang ditanggung oleh jasa asuransi.  Polis yang diajukan jasa asuransi harus anda simak dengan benar, bila perlu tanya rekan atau kenalan anda yang sebelumnya sudah pernah memiliki asuransi.  Hal itu agar semua manfaat asuransi yang anda harapkan, benar-benar bisa anda rasakan nantinya.  Biasanya jenis polis disesuaikan oleh besarnya yang anda bayarkan tiap bulan.   Logikanya semakin banyak tabungan yang anda simpan, tentu makin banyak hal yang bisa anda dapatkan dengan tabungan tersebut.

  • Cek syarat dan ketentuan saat mendaftar

Teliti kembali apa saja syarat serta ketentuan yang ditetapkan oleh pihak asuransi.  Bila perlu bawa pulang formulir pengajuan asuransi ke rumah dan diskusikan dengan keluarga.  Terkadang ada penyesalan sebagian orang yang terlalu terburu-buru mengiyakan syarat dan ketentuan tanpa konsultasi dengan keluarga.

 

Asuransi adalah bentuk perlindungan yang diharapkan akan memberikan manfaat di masa depan.  Karenanya jangan sampai salah dalam memilih jasa asuransi yang tepat dan sesuai kebutuhan.  Berkaca dari banyak kasus ditolaknya klaim asuransi karena alasan yang tidak logis, disinilah kita sebagai konsumen harus berhati-hati dalam memilih jasa asuransi yang tepat.  Tentu anda sudah siap untuk mendaftarkan diri, karena  anda sudah membaca  5 tips memilih jasa asuransi.

Manfaat Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa

Hingga kini masih banyak orang yang kurang memahami apa fungsi uang pertanggungan asuransi jiwa sehingga banyak orang yang enggan membeli produk keuangan tersebut.

6f45ee6f4eac402a9f338c84db4c7ab6

Selain kurang memahami, banyak orang juga tidak mau belajar mengenai produk keuangan yang memang rumit itu. Di sisi lain, penjual asuransi tidak menjelaskan berdasarkan kebutuhan calon kliennya, hanya menjelaskan berdasarkan kacamata dan kepentingan si penjual sehingga klien merasa tidak memerlukan produk tersebut.

Padahal, jika dijelaskan sesuai kebutuhan si calon klien, tentunya klien akan memahami manfaat uang pertanggungan asuransi jiwa tersebut. Ketika kepala keluarga, sebagai pencari nafkah utama apalagi sebagai pencari nafkah tunggal, meninggal, tentu beban keluarga menjadi sangat berat.

Tidak ada lagi pencari nafkah yang menyediakan pemasukan setiap bulan untuk keluarga. Uang pertanggungan asuransi dapat mengatasi kendala ini.

Ada beberapa manfaat yang didapatkan dari uang pertanggungan asuransi, di antaranya adalah sebagai uang untuk membayar biaya duka. Ketika seseorang meninggal, diperlukan biaya penguburan, seperti biaya sewa rumah duka, biaya sewa ambulans, biaya mengurus surat kematian, membeli sebidang tanah untuk makam atau kremasi. Biaya itu dapat diambil dari uang pertanggungan asuransi.

Beberapa orang mengalami sakit panjang sebelum meninggal. Biaya rumah sakit tentu tidak sedikit. Uang pertanggungan dari klaim asuransi yang dicairkan pun dapat dimanfaatkan untuk membayar biaya-biaya rumah sakit. Tidak hanya itu, dana dari klaim asuransi jiwa ini juga dapat dimanfaatkan untuk membayar biaya pendidikan anak-anak.

Bahkan, bagi orang yang sudah memiliki banyak aset, uang pertanggungan asuransi juga masih bermanfaat. Ketika orang sudah memiliki banyak aset, seperti beberapa rumah, apartemen, saham, dan logam mulia, kadang merasa tidak memerlukan asuransi jiwa.

Padahal, uang pertanggungan asuransi dapat dimanfaatkan untuk membiayai pembagian harta tersebut. Peralihan kepemilikan atau balik nama sebuah aset properti, misalnya dari orangtua kepada anaknya, ada biaya-biaya, seperti biaya notaris dan biaya pajak dan bea, semisal bea perolehan atas hak tanah dan bangunan (BPHTB).

Belum lagi jika ternyata pembagian harga waris tidak mulus dan terjadi perselisihan di antara para ahli warisnya, uang pertanggungan asuransi dapat digunakan untuk membayar biaya pengacara dan pengadilan.

Jadi, uang pertanggungan asuransi jiwa dapat dimanfaatkan untuk banyak keperluan.

Sumber : http://print.kompas.com/baca/2016/02/13/Manfaat-Uang-Pertanggungan-Asuransi-Jiwa

Wanita Lebih Rentan Terkena Penyakit Kritis

kanker-serviks

Kaum wanita cenderung memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan pria. Seringkali kita memberikan prioritas yang lebih rendah terhadap asuransi dibandingkan dengan tabungan atau deposito.

Padahal, ketika kita terkena musibah sakit, khususnya wanita, biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan justru jauh lebih mahal dibandingkan dengan biaya asuransi per bulan nya.

Perbandingan Premi Asuransi dengan Biaya Berobat

Asuransi memang terlihat tidak mendesak, tapi ketika kita sudah dihadapkan pada masalah penyakit, Anda harus bersabar melihat isi tabungan yang terus terkuras dalam waktu singkat.

Katakanlah gangguan penyakit dalam, sekali periksa ke rumah sakit, bisa menghabiskan uang hingga Rp1juta rupiah berikut dengan biaya obat. Atau yang lebih berat lagi adalah ketika terserang tipes dan harus dirawat, bayangkan berapa belas juta yang harus dihabiskan untuk pemulihan selama 1 minggu di rumah sakit.

Sedangkan biaya premi asuransi hitung saja Rp500 ribu per bulan namun ketika Anda sakit keuangan tidak perlu terganggu dengan mahalnya biaya rumah sakit.

Survei membuktikan, bahwa perempuan memiliki risiko yang lebih rentan terhadap penyakit dibanding pria. Oleh karena itu, sebagai perempuan, Anda harus memandang asuransi lebih bijak. Sekarang mari kita lihat alasan kenapa wanita wajib memiliki asuransi kesehatan.

1. Wanita Lebih Rentan Penyakit Kritis

Poin ini terbukti dari data yang ada di Indonesia. Setiap hari terdapat 40 wanita Indonesia yang dideteksi terkena penyakit kanker serviks. Bahkan 20 di antaranya harus meninggal dunia.

Selain itu, data selanjutnya mendapati bahwa 1 dari 8 wanita Indonesia berisiko terjangkit kanker payudara.

Penelitian-penelitian itu diantaranya adalah: Kanker payudara semakin banyak yang menyasar ke kaum muda. Selama ini kanker payudara diketahui banyak menyerang wanita berusia 40 tahun ke atas.

Banyak hasil penelitian yang menyatakan bahwa wanita yang belum menikah 28 persen lebih mungkin meninggal akibat penyakit jantung, dibandingkan dengan mereka yang sudah menikah.

2. Tingkat Stres Lebih Tinggi

Khususnya bagi wanita karir yang setiap hari aktif di lingkungan pekerjaan, sudah tidak dapat dipungkiri kalau tingkat stress akan menjadi lebih tinggi. Tingkat stress yang tinggi ini adalah pemicu munculnya berbagai penyakit yang siap mengintai.

3. Melahirkan

Ini adalah hal dasar yang membedakan wanita dan pria. Wanita, ketika melahirkan, maka akan ada beberapa penyakit kronis yang siap mengintai wanita, seperti kanker payudara, kanker serviks, hingga komplikasi setelah proses melahirkan.

Penting bagi Anda untuk mulai mencari tahu perlindungan asuransi untuk persalinan yang bisa didapatkan dari kantor ataupun dari kantor pasangan. Pelajarilah sejauh mana jangkauan perlindungannya.

4. Tidak Perhatian Terhadap Kesehatan

Hal ini seringkali menyerang para wanita karir. Terlalu asik dengan aktivitas pekerjaan menyebabkan para wanita karir tidak terlalu memperhatikan kesehatannya. Akibarnya penyakit mudah sekali timbul, badan rentan terhadap berbagai serangan virus.

Penyakit seperti flu, demam berdarah sampai tipes bisa saja menyerang Anda yang sibuk dengan pekerjaan. Makanan yang dimakan pun tidak diperhatikan dengan baik karena kesibukan yang sudah menguras waktu Anda.

5. Risiko Kanker Serviks

Data Yayasan Kanker Indonesia (YKI) pada tahun 2013 menyebutkan Kanker Serviks merupakan satu dari 44 penyakit kritis yang rentan menyerang perempuan di Indonesia.Untuk wanita muda dan aktif, risiko kanker serviks lebih rentan terjadi, salah satu akibatnya adalah karena sering menggunakan toilet umum.

Penyakit ini kerap menyerang usia produktif 35-55 tahun. Biaya pengobatan kanker serviks ini sendiri bisa mencapai lebih dari Rp400 juta. Untuk itu penting membiasakan pola hidup sehat serta jaga kebersihan diri sendiri akan semakin meningkatkan daya tahan tubuh Anda terhadap serangan penyakit.

Kanker jenis ini disebabkan oleh Human papilloma virus (HPV). Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker butuh waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 hingga 20 tahun. Bahkan stadium awalnya sering kali tanpa gejala. Sehingga banyak wanita muda yang tidak menyadarinya.

Mahalnya Biaya Kesehatan untuk Wanita

Dari kelima alasan di atas bisa kita lihat bahwa wanita lebih rentan terhadap penyakit dan kebutuhan kesehatan untuk wanita pun membutuhkan biaya yang lebih tinggi. Peneliti dari  National Women’s Law Center telah menemukan bahwa perempuan memiliki biaya kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki.

Hal ini karena perempuan lebih sering mengunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan ataupun cek kesehatan. Perempuan lebih peduli dengan kesehatannya sejak masih usia produktif, sedangkan laki-laki biasanya setelah berusia 50 tahun atau setelah terkena suatu penyakit seperti sakit jantung atau diabetes.

Perlindungan Tepat untuk Wanita

Untuk mengobati penyakit-penyakit tersebut butuh dana yang tidak sedikit. Sehingga alangkah baiknya kita semua selalu menjaga kesehatan & mempunyai asuransi penyakit kritis CI100 dari Allianz untuk berjaga jaga.

Untuk itulah Allianz melalui asuransi Tapro yang dilengkapi dengan manfaat perlindungan penyakit kritis untuk membantu para peserta mendapatkan pertolongan secara finansial apabila terjadi musibah. Kita semua tentu tidak ingin mendapatkan musibah, namun resiko sakit dan meninggal bisa datang kapan saja tanpa diundang.

Dengan asuransi Tapro Allianz, kita bisa mendapatkan asuransi jiwa ditambah manfaat-manfaat lainnya seperti rawat inap rumah sakit, penyakit kritis, dll. Jadi bagi wanita yang masih single, belilah asuransi penyakit kritis CI100 untuk melindungi diri anda sendiri untuk berjaga jaga jika suatu saat mungkin anda terkena penyakit kritis.

Dan bagi para suami yang sayang istri, meskipun istri anda adalah seorang wanita karir ataupun seorang ibu rumah tangga, belikanlah asuransi Tapro Allianz dengan manfaat lengkap termasuk perlindungan penyakit kritis CI100 dan perlindungan asuransi jiwa untuk mereka. Wanita yang telah memutuskan untuk menjadi istri anda saat ini adalah partner hidup yang akan menemani anda sampai akhir hayat anda. Sudah sepantasnya anda memperlakukan mereka sebagai bagian yang penting dalam hidup anda.

Jadi, yuk bijak lindungi diri sejak dini dengan perlindungan asuransi yang mencakup semuanya. Lindungi sejak dini dan dapatkan manfaatnya untuk kesehatan Anda.