Manfaat Rider Term Life

Untuk informasi lanjut bisa menghubungi saya atau yang ingin mengajukan ilustrasi asuransi bisa isi FORM ini.

Bagi yang tertarik untuk menjalankan Bisnis Asuransi silahkan klik LINK berikut.

Salam Hangat,

Erwin

HP/WA : 08557895677
Email : erwin80@gmail.com

 

Cara Menentukan Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa Yang Ideal

Bagaimana cara menentukan uang pertanggungan asuransi jiwa yang ideal? Semua orang yang mengajukan untuk membeli asuransi, pastilah menginginkan manfaat Uang Pertanggungan (UP) yang besar. Mungkin Rp. 1 Milyar, 2 Milyar atau bahkan unlimited (tidak terbatas).

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan keinginan memperoleh manfaat UP yang maksimal seperti itu, tapi tentunya kembali lagi harus dibarengi dengan berapa jumlah premi yang sanggup anda bayarkan per bulannya untuk memperoleh manfaat UP tersebut.

Jangan karena menginginkan UP besar, anda malah memaksakan diri untuk membayar premi yang terlampu tinggi melebihi kesanggupan anda sehingga yang terjadi akhirnya malah polis asuransi anda lapse (mati) karena pembayaran premi bulanan berhenti di tengah jalan.

Jika ini yang terjadi pada anda, anda bisa mengajukan perubahan jumlah premi ke ke nominal yang lebih rendah ke pihak asuransi. Tentu saja seiring dengan turunnya premi, manfaat uang pertanggungan nya juga pasti akan turun.

Lalu apakah ada sebuah cara atau trik yang legal agar saya dapat memperoleh manfaat uang pertanggungan yang besar namun dengan premi yang rendah? Jawabannya ada dan caranya sangat simpel sekali. Hanya masalah di waktu. Semakin cepat anda memutuskan untuk ikut program asuransi, maka premi yang akan anda bayarkan semakin murah.

Namun jika anda selalu menunda nunda untuk ikut program asuransi, premi anda akan semakin mahal nantinya mengikuti usia anda. Semakin tua usia anda saat mulai ikut program asuransi, maka premi yang akan anda bayarkan semakin tinggi dan manfaat yang akan anda peroleh semakin rendah sebab risiko kematian bagi seseorang itu akan semakin bertambah apabila usia nya bertambah.

Saya selalu menyarankan anda yang masih berusia muda, sekitar umur 20 atau 30 an untuk mulai sadar dan ikut berasuransi. Di Allianz, Anda dapat memilih premi yang paling murah yaitu sekitar Rp. 350.000 per bulan saja untuk memperoleh manfaat UP santunan kematian sebesar Rp. 1 Milyar. Contoh Ilustrasi Premi 350rb/bulan

Coba hitung saja sendiri ya. Jika anda menabung Rp. 350.000 selama 10 tahun atau 20 tahun, dana anda yang akan terkumpul di tabungan mungkin hanya sekitar 350.000x12x10 = 42.000.000 dan 350.000x12x20= 84.000.000.

Apabila anda sekarang berusia 25 tahun dan 10 tahun kemudian anda meninggal dunia, anda hanya akan mewariskan Rp. 42.000.000 saja ke anak istri anda sesuai dengan besar tabungan yang anda miliki jiak anda rutin menabung 350.000 per bulan.

Sedangkan apabila anda meninggal di usia 45 tahun (20 tahun kemudian), anda hanya mewariskan Rp. 84.000.000 ke anak istri anda jika anda rutin menabung sebesar Rp. 350.000 per bulan sejak usia 25 tahun. Bayangkan apabila anda masuk asuransi jiwa.

Anda sama sama menabung sejak usia 25 tahun, tetapi jika anda meninggal dunia di usia 35 tahun, anda akan mewariskan Rp 1 Milyar kepada anak dan istri anda.

Begitu pula jika anda tutup usia di umur 45 tahun, anda juga akan mewariskan Rp. 1 Milyar kepada keluarga anda yang ditinggalkan. Jadi anda pilih mana? Mau meninggal miskin atau meninggal kaya?

Mau meninggal dengan mewariskan sedikit harta atau meninggal mewariskan banyak harta dan yang hebatnya lagi harta yang diwariskan itu dibayarkan oleh perusahaan asuransi jadi bukan berasal dari uang yang anda tabung. Warisan itu dibayarkan oleh Perusahaan Asuransi kepada ahli waris anda dan itu tidak dipotong pajak lagi.

Mungkin anda akan protes begini. Uang yang ditabung selama 10 atau 20 tahun kan mendapatkan bunga. Jadi tidak mungkin donk nabung Rp. 350.000 per bulan selama 10 tahun cuma menerima Rp. 42.000.000 saja atau menabung selama 20 tahun, kok cuma menerima sebesar Rp. 84.000.000. Kan ada bunga bank nya.

Baik, memang di asumsi ini saya tidak memasukkan bunga bank untuk memudahkan dalam perhitungan saja. Tetapi apabila saya memasukkan bunga bank untuk menghitung tabungan maka dalam perhitungan UP asuransi juga saya akan menyertakan hasil investasi nya juga supaya adil. Jadi di asuransi jiwa Allianz, klaim santunan kematian yang akan diterima oleh ahli waris tidak hanya sebesar UP 1 Milyar itu saja namun juga akan ditambah Hasil Investasi.

Jadi sebenarnya saat si tertanggung meninggal dunia, ahli waris akan memperoleh UP santunan kematian + Hasil Investasi. Hanya saja UP itu nilainya tetap dan dijamin oleh perusahaan asuransi sedangkan Hasil Investasi itu tidak dijamin nominalnya.

Sebelum memutuskan untuk membeli produk asuransi jiwa, anda hendaknya melakukan penghitungan UP (Uang Pertanggungan) terlebih dahulu. Hal ini ditujukan untuk mengetahui besarnya uang yang dibutuhkan di masa depan agar memperoleh manfaat yang maksimal dari produk asuransi yang tepat.

Di samping itu, penghitungan UP juga diperlukan sebagai penentuan besarnya premi yang harus dibayarkan. Bagaimana cara penghitungan UP yang benar dan optimal? Dalam hal ini, ada tiga metode yang dapat ditempuh, yaitu:

Metode human life value

Human life value merupakan metode umum yang digunakan untuk menghitung besarnya UP asuransi jiwa. Cara ini menentukan besarnya nilai dan banyaknya nominal uang yang dibutuhkan untuk memenuhi kehidupan keluarga selama jangka waktu tertentu. Ada empat hal utama yang diperhatikan dan dipertimbangkan dalam metode ini, yakni: besarnya penghasilan tahunan, besarnya pengeluaran tahunan, berapa lama lagi pencari nafkah tersebut akan pensiun dari pekerjaannya(dihitung dalam tahunan), serta estimasi dana yang dibutuhkan.

Contoh:

Ali (30 tahun) menghasilkan 120 juta/tahun dan pengeluaran tetap bulanan dirinya dan keluarga yaitu sebesar 5 juta/bulan. Maka, pengeluaran tahunan keluarga Ali adalah 60 juta. Dalam jangka 25 tahun lagi, Andi akan pensiun dari pekerjaan. Maka, rumusnya yaitu:

Lama pertanggungan x penghasilan tahunan. 25 x 120 juta = 3 miliar. Maka life value Ali yaitu sebesar 3 miliar rupiah sedangkan uang pertanggungan yang dibutuhkan keluarga sebesar 1,5 miliar (UP).

Metode income based value

Berbeda dari metode pertama yang tidak memperhitungkan kemungkinan kenaikan biaya atau kebutuhan, metode income based value berdasarkan pada ekspektasi inflasi yang selalu terjadi setiap tahunnya dari penghasilan bulanan yang didapatkan.

Contoh:

Pak Ali (40 tahun) memiliki penghasilan bulanan sebesar 5 juta rupiah. Diperkirakan inflasi  setahun yaitu 5%. Hingga berusia 60 tahun (20 tahun lagi), Pak Rio perlu dapat memberikan uang pertanggungan senilai 1,6 miliar.

Metode financial needs based value

Dibandingkan dengan dua metode sebelumnya, metode financial needs based value diperhitungkan berdasarkan kebutuhan financial yang lebih spesifik. Hal ini dapat dikategorikan ke dalam biaya pendidikan anak atau biaya kesehatan atas perawatan penyakit tertentu.

Contoh:

Pak Ali (45 tahun) berpenghasilan 8 juta/bulan harus membiayai uang masuk kuliah anaknya 7 tahun lagi yang saat ini senilai 150 juta rupiah dengan perkiraaan inflasi 4%. Uang pertanggungan yang ia butuhkan yaitu senilai 197 juta rupiah.

Lalu berapakah nilai Uang Pertanggungan (UP) yang anda perlukan bagi asuransi jiwa anda beserta keluarga?

Jika anda menemui kesulitan untuk menghitung UP yang sebenarnya anda perlukan dengan ketiga metode di atas, cara paling simpel adalah anda tentukan terlebih dahulu berapa besar premi yang sanggup dan komit untuk anda bayarkan setiap bulannya untuk asuransi anda, baru kmudian dari sana akan ditentukan berapa besar Uang Pertanggungan yang akan anda dapatkan.

Tentunya manfaat UP akan dimaksimalkan mengikuti jumlah premi yang anda bayarkan setiap bulannya.

Untuk informasi lanjut bisa menghubungi saya atau yang ingin mengajukan ilustrasi asuransi bisa isi FORM ini.

Bagi yang tertarik untuk menjalankan Bisnis Asuransi silahkan klik LINK berikut.

Salam Hangat,

Erwin

HP/WA : 08557895677
Email : erwin80@gmail.com

Pentingnya Rider Payor pada Asuransi Tapro Allianz

Dalam polis asuransi jiwa ada rider (manfaat tambahan) yang dinamakan manfaat pembebasan premi. Dalam asuransi jiwa tradisional (term life,whole life, dan endowment), istilah yang lazim digunakan untuk manfaat ini adalah Waiver of Premium. Sedangkan Dalam asuransi jiwa unit-link termasuk asuransi Tapro Allianz, istilah yang digunakan adalah Payor Benefit.

Rider Waiver of Premium dan Payor Benefit memberikan pembebasan premi jika pemegang polis mengalami Penyakit Kritis (Critical Illness [CI]) atau Cacat Tetap Total (Total Permanent Disability [TPD]). Ada yang membebaskan premi dari kondisi sakit kritis saja, atau TPD saja, ada juga yang dari kedua-duanya. Di Allianz, manfaat payor benefit ini diberikan bagi pemegang polis yang mengalami penyakit kritis atau cacat tetap total. Jadi cakupannya lebih luas.

Sebenarnya apa sih perbedaan mendasar antara waiver of premium dengan payor benefit? Apakah perbedaan nya hanya pada nama dan istilahnya saja padahal sebenarnya manfaat yang diberikan oleh kedua produk ini adalah sama? Ternyata tidak. Ada 2 perbedaan mendasar dari Waiver of Premium pada asuransi jiwa tradisional dan rider Payor Benefit pada asuransi unit link. Apa sajakah itu? Mari kita simak baik baik.

  1. Waiver of Premium memberikan pembebasan premi sesuai dengan masa pembayaran premi dari polis dasarnya. Jika polis dasarnya berjangka waktu pembayaran 10 tahun, maka manfaat Waiver pun berlaku selama 10 tahun. Misalnya terjadi TPD di tahun ke-5, maka nasabah dibebaskan dari membayar premi mulai tahun ke-6 sd tahun ke-10. Sedangkan Payor Benefit memberikan pembebasan premi sampai usia tertentu, biasanya sampai usia pemegang polis mencapai 65 tahun. Walaupun masa pembayaran premi direncanakan hanya 10 tahun, pembebasan premi tetap diberikan sampai usia si pemegang polis mencapai 65 tahun. Misalnya nasabah usia 30 tahun, terkena cacat tetap total di tahun kelima setelah memiliki asuransi yang dilengkapi dengan payor benefit (usia 35 tahun), maka dia akan mendapatkan manfaat pembebasan premi sampai usianya 65 tahun yang artinya dia tidak perlu lagi membayar premi sampai dengan dia mencapai usia 65 tahun karena premi nya telah dibayarkan oleh perusahaan asuransi.

  2. Waiver of Premium memberikan pembebasan dalam bentuk berhenti bayar premi, sedangkan Payor Benefit memberikan pembebasan premi dalam bentuk premi dibayarkan oleh perusahaan asuransi. Jika sebelumnya nasabah yang menyetor premi, setelah Payor Benefit berlaku, ganti perusahaan asuransi yang menyetor premi ke polis nasabah yang bersangkutan. Premi yang disetorkan perusahaan akan menjadi nilai investasi pada polis asuransi unit-link nasabah, dan nasabah boleh saja mengambil nilai investasi tersebut. Hebat bukan?

Jadi misalnya di asuransi Tapro Allianz, jika si pemegang polis terkena penyakit kritis atau cacat tetap total, di usia katakanlah 30 tahun (dia masuk asuransi di usia 28 tahun), berarti si pemegang polis itu tidak perlu lagi membayar premi asuransi nya karena perusahaan Allianz yang akan membayarkan premi nya setiap bulan sampai dengan si pemegang polis itu mencapai usia 65 tahun.

Dengan kata lain, pada Waiver of Premium, nasabah mendapatkan polis asuransi secara gratis, sedangkan pada Payor Benefit, nasabah mendapatkan uang tunai sebesar premi secara gratis yang dibayarkan setiap bulan oleh perusahaan asuransi ke polis asuransi si nasabah. Adapun biaya-biaya polis asuransi nya (cost of insurance, biaya administrasi, biaya akuisisi jika usia polis masih di bawah 5 tahun) tetap harus dibayar dengan cara dipotong dari nilai investasi setiap bulannya.

Manfaat Tambahan Pembebasan Premi ini seberapa penting?

Jika seseorang mengalami penyakit kritis atau cacat tetap total, menurut anda apa yang dia butuhkan?

Penyakit kritis membutuhkan biaya yang sangat besar untuk pengobatan dan perawatan. Apa yang dibutuhkan di sini?

Uang tunai yang besar. Penyakit kritis juga bisa menimbulkan kehilangan kemampuan produktif, berarti uang tunai yang besar itu juga harus ada lebihnya untuk biaya hidup.

Cacat tetap total atau lumpuh menimbulkan kehilangan kemampuan produktif alias tidak bisa bekerja lagi. Apa yang orang butuhkan saat ini?

Tidak lain adalah uang tunai yang besar untuk menggantikan penghasilan, di mana penghasilan ini diperlukan untuk memenuhi biaya hidup dan kebutuhan lainnya.

Rider pembebasan premi seperti payor benefit sebenarnya hanya berfungsi melindungi polis dari lapse karena ketidakmampuan bayar premi ketika anda sudah tidak produktif lagi karena telah terkena penyakit kritis atau cacat tetap total. Sedangkan untuk memberikan perlindungan terhadap kondisi penyakit kritis atau cacat tetap totalnya sendiri, payor benefit tidak menyediakan manfaat apa apa untuk itu.

Oleh karena itu, polis asuransi jiwa yang anda miliki sebaiknya dilengkapi pula dengan manfaat yang memberikan perlindungan berbentuk uang tunai dari risiko sakit kritis dan cacat tetap total seperti CI100 dan TPD. CI100 dan TPD merupakan rider/ manfaat tambahan yang dapat ditambahkan pada asuransi Tapro Allianz yang anda miliki. CI100 memberikan uang tunai dalam jumlah besar di saat anda terdiagnosa penyakit kritis. Sedangkan TPD menyediakan uang tunai dalam jumlah besar di saat anda menderita cacat tetap total.

Jadi perlindungan terhadap biaya pengobatan yang mahal akibat penyakit kritis, dan juga terhadap kehilangan penghasilan yang mungkin disebabkannya, disediakan melalui rider CI (Critical Illness), sedangkan Perlindungan terhadap penghasilan karena ketidakmampuan total diperoleh jika seseorang mengambil rider TPD (Total Permanent Disability).

Dengan kata lain, manfaat tambahan/rider pembebasan premi (Payor Benefit) menempati prioritas yang lebih rendah setelah rider penyakit kritis (CI) dan rider cacat tetap total (TPD)

Biasanya penawaran standar yang saya berikan kepada calon nasabah melalui asuransi Tapro Allianz adalah manfaat perlindungan yang mencakup :

  1. Asuransi Jiwa Dasar (proteksi meninggal dunia)
  2. CI (proteksi penyakit kritis). Di SmartLink Flexi Account Plus ada rider, CI, CI+, danCI100. Yang paling saya rekomendasikan adalah CI100.
  3. ADDB (proteksi meninggal atau cacat karena kecelakaan)
  4. TPD (proteksi cacat tetap total)
  5. Payor Benefit (manfaat pembebasan premi jika terkena penyakit kritis atau cacat tetap total)

Jika uang untuk membayar premi tidak menjadi masalah bagi anda, saya menyarankan anda untuk mengambil semua manfaat di atas di dalam asuransi Tapro Allianz anda. Tetapi jika budget/anggaran anda terbatas, saya sarankan ambillah proteksi sesuai urutan mulai dari nomor yang paling atas (no 1 merupakan yang paling penting, kemudian dilanjutkan dengan yang no 2 dan seterusnya).

Penyakit Khusus yang dikenai Masa Tunggu di Asuransi Kesehatan Allianz

5-cara-mengenali-asuransi-kesehatan-sesuai-kebutuhan-1

Semakin tingginya biaya pengobatan di Indonesia tidak diimbangi dengan pendapatan yang diperoleh oleh masyarakat sehingga banyak masyarakat yang mulai mencari asuransi kesehatan yang bagus untuk melindungi seluruh keluarga dan meminimalisir resiko. Resiko bisa yang disebabkan oleh penyakit atau kecelakaan yang datang secara tiba-tiba hingga bisa membuat salah seorang anggota keluarga harus dirawat di rumah sakit . Cermat dalam memilih asuransi kesehatan yang baik dapat memberikan manfaat yang besar bagi Anda dan keluarga.

Kesehatan adalah hal yang paling penting untuk dijaga karena dengan memiliki tubuh yang sehat, Anda dapat melakukan aktivitas dengan lancar tanpa hambatan dan menjadi lebih produktif dalam mencari penghasilan. Untuk melindungi hal tersebut, Anda perlu memulai investasi kesehatan di perusahaan asuransi kesehatan yang bagus seperti Allianz sehingga Anda mendapatkan proteksi penuh terhadap hal-hal yang tidak terduga.

Berikut ini kriteria dalam memilih asuransi kesehatan:

  • Memiliki sistem pembayaran cashless; Sistem pembayaran cashless adalah sistem pembayaran non tunai di mana Anda membayar tagihan rumah sakit dengan menggesek kartu asuransi dan tidak perlu membayar sejumlah uang sehingga Anda dapat segera mendapatkan perawatan. Di Allianz, asuransi kesehatan yang meyediakan fasilitas cashless non tunai dengan memberikan kartu kepada nasabahnya adalah HSC+, Smarthealth Maxi Vi0let, Allisya Care dan Smartmed Premier.
  • Premi sesuai kebutuhan dan kemampuan; Pilihlah polis asuransi kesehatan dengan premi yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi keuangan Anda sehingga tidak memberatkan Anda dalam membayar premi. Tidak ada yang namanya premi murah atau mahal karena murah atau mahal itu relatif. Orang yang kaya secara finansial tentu akan mengatakan bahwa premi Rp 1 juta per bulan itu murah sekali sedangkan bagi yang penghasilannya pas pas an akan mengatakan bahwa premi Rp 1 juta per bulan itu mahal. Semakin tinggi premi, semakin tinggi pula manfaat. Jadi mau premi mahal atau murah? Tergantung kondisi keuangan dan manfaat yang anda inginkan tentunya.
  • Mau yang ada limit atau tidak ada limit setiap perawatan; Memilih asuransi yang tidak membatasi biaya setiap perawatan supaya Anda sebagai pemegang polis dapat menjalankan perawatan dan pengobatan secara fleksibel. Di Allianz, asuransi kesehatan yang membayar biaya rumah sakit sesuai tagihan adalah SmartMed Premier. Jadi jika anda dirawat inap di rumah sakit, maka biaya tagihan rumah sakit yang timbul bisa di klaim sebesar 100%. Limit yang diberlakukan yaitu limit tahunan yaitu tidak melebihi Rp 6 Miliar per tahun. Dan syarat agar tagihan bisa di klaim 100% juga hanya 1 yaitu saat dirawat inap di rumah sakit, ambillah kamar yang harga nya sesuai dengan plan kamar yang kita beli saat mendaftar asuransi kesehatan tersebut.
  • Memprioritaskan rawat inap; Anda harus memilih asuransi yang memprioritaskan rawat inap karena biaya rawat inap lebih mahal daripada biaya rawat jalan.
  • Memperhatikan masa tunggu penyakit; Pilihlah asuransi yang tidak memiliki masa tunggu lama sehingga mempercepat proses klaim penggantian biaya, karena ada beberapa penyakit tertentu yang memiliki masa tunggu penggantian klaim. Di Allianz, hanya produk askes Smarthealth Maxi Violet dan Allisya Care yang tidak ada masa tunggu. Jadi setelah polis aktif tetap bisa digunakan. Sedangkan HSC+, Flexicare Family dan Smartmed Premier memiliki masa tunggu 30 hari setelah polis aktif. Tetapi untuk kasus kecelakaan, tidak ada masa tunggu, jadi bisa langsung digunakan setelah polis aktif. Ditambah lagi untuk semua askes Allianz, tetap ada masa tunggu selama 1 tahun untuk penyakit khusus.

Penyakit khusus yang memiliki masa tunggu 1 tahun di Asuransi kesehatan Allianz (Hospital and Surgical Plus, Flexicare Family, Smarthealth Maxi Violet, Allisya Care, SmartMed Premier) adalah :

  1. Batu di Ginjal, Saluran/Kandung Kemih, Saluran/Kandung Empedu
  2. Penyakit Jantung, Pembuluh darah jantung dan Pembuluh darah otak (contoh: Penyakit Jantung Koroner, Stroke)
  3. Hipertensi, Hiperlipidemia (contoh : Hiperkolesterol, Hipertrigliserid)
  4. Katarak
  5. Segala jenis Tumor atau Kista
  6. Penyakit yang berhubungan dengan Telinga, Hidung dan Tenggorokan yang memerlukan dan telah dilakukan pembedahan
  7. Kencing Manis (Diabetes Mellitus)
  8. Tuberkulosis (TBC) dan semua komplikasinya
  9. Gangguan Kelenjar Tiroid
  10. Gagal Ginjal Kronis
  11. Segala jenis Hernia (contoh: Hernia Nucleus Pulposus, Hernia Inguinalis) dan Wasir (Haemorrhoid)
  12. Segala jenis gangguan hematologi (contoh: Anemia, Leukemia, Thalassemia)

Apakah jumlah penyakit khusus yang memiliki masa tunggu di asuransi kesehatan Allianz ini termasuk banyak jumlahnya? Ternyata tidak. Anda dapat melakukan cross check langsung ke perusahaan asuransi lainnya dan anda akan merasa kaget karena ternyata jumlah penyakit khusus yang dikenai masa tunggu di tempat lain, jumlahnya jauh lebih banyak daripada di Allianz. Jumlahnya bahkan bisa sampai 16 atau bahkan di atas 20 an. Dan ada beberapa perusahaan asuransi lain yang bahkan masa tunggu untuk penyakit khususnya mencapai 18 bulan atau bahkan 2 tahun. Jadi asuransi kesehatan Allianz sudah yang paling bagus, karena masa tunggu nya paling singkat dan daftar penyakit khusus yang dikenakan masa tunggu juga paling sedikit.

  • Memiliki kebijakan double claim; Kebijakan double claim ini dapat mempermudah Anda untuk mencairkan klaim hanya dengan fotokopi kuitansi rumah sakit yang sudah dilegalisir. Di Allianz, asuransi kesehatan yang menawarkan fasilitas double klaim ini adalah Flexicare Family. Apa sih kelebihan dari fasilitas double klaim ini? Keunggulan nya adalah anda bisa melakukan klaim atas manfaat yang seharusnya anda terima dari perusahaan asuransi meskipun biaya selama anda dirawat di rumah sakit telah ditalangi dan dibayarkan oleh asuransi lain. Karena Flexicare Family sifatnya adalah santunan harian rumah sakit selama dirawat inap di santunan bedah apabila ada pembedahan, oleh sebab itu tidak ada masalah jikalau biaya rumah sakit anda telah dibayarkan oleh perusahaan asuransi lain. Santunan ini tetap dapat anda terima karena ini merupakan hak anda.

Selain Anda mempertimbangkan premi asuransi kesehatan yang terjangkau, Anda juga harus memperhatikan untuk memilih asuransi kesehatan yang murni atau asuransi kesehatan yang merupakan rider (manfaat tambahan) dari asuransi jiwa. Apakah artinya itu? Asuransi kesehatan murni adalah produk asuransi yang berdiri sendiri dan memang dibuat khusus untuk biaya kesehatan tanpa ada gabungan dengan manfaat lain seperti asuransi jiwa. Di Allianz, yag termasuk asuransi kesehatan murni ini adalah Smartmed Premier, Allisya Care dan Smarthealth Maxi Violet. Namun di asuransi kesehatan murni, premi akan naik setiap 5 tahun sekali mengikuti usia kita dan untuk mendapatkan fasilitas kartu cashless, anda mesti membayar premi secara tahunan.

Sedangkan di asuransi kesehatan yang merupakan rider dari asuransi jiwa, premi yang anda bayarkan tidak akan naik melainkan flat seumur hidup anda mengikuti premi pertama yang anda bayarkan. jadi jika saat anda mendaftar premi yang anda bayar sebesar Rp 500.000 per bulan, maka seterusnya premi yang anda bayarkan akan tetap sebesar itu tanpa ada kenaikan. Semakin muda usia anda saat mendaftar asuransi tentunya premi anda juga semakin murah.

Asuransi kesehatan yang merupakan rider dari asuransi jiwa Allianz adalah HSC+ (Hospital and Surgical Care Plus) dan Flexicare Family. Dan di HSC+, meskipun membayar premi secara bulanan, anda juga tetap mendapatkan kartu cashless. Sedangkan di Flexicare Family, sifatnya santunan maka tidak disediakan kartu cashless karena klaimnya dilakukan secara reimburse.

Hal terpenting dalam mencari asuransi kesehatan Allianz adalah daftarkan diri Anda saat masih dalam keadaan sehat atau tidak memiliki riwayat suatu penyakit tertentu. Apabila Anda sudah pernah sakit atau memiliki penyakit tertentu, maka besar kemungkinanya pihak asuransi akan menolak Anda untuk bergabung. Oleh karena itu, sangat penting untuk mendaftarkan diri Anda sejak dini supaya biaya kesehatan lebih murah dan Anda bisa melindungi diri dan keluarga Anda secara maksimal dengan asuransi kesehatan murah namun tidak mengorbankan kualitas pelayanan.