Flexi CI (Rider Sakit Kritis Terbaru dari Allianz)

Anda memiliki ragam pilihan untuk melindungi diri dari berbagai penyakit kritis. Penyakit kritis bisa menimpa siapa saja dan sering kali datang tanpa diduga kepada keluarga dan berdampak pada kondisi finansial.

Sudahkah Anda mempersiapkan sejumlah santunan penyakit kritis sebagai pengganti nafkah yang hilang dan dapat mencukupi kebutuhan keluarga yang Anda cintai di masa depan?

Dengan Asuransi tambahan termutakhir dari Allianz,  Flexi CI adalah rider yang memberikan proteksi terhadap risiko hingga 168 kondisi penyakit kritis, jika Tertanggung sebagai pencari nafkah terdiagnosis menderita penyakit kritis pertama kali, dan keluarga Tertanggung akan mendapatkan tambahan santunan.

Pilihan Plan :

  • Plan Silver, memberikan proteksi hingga 88 kondisi penyakit kritis
  • Plan Gold, memberikan proteksi hingga 128 kondisi penyakit kritis
  • Plan Platinum, memberikan proteksi hingga 168 kondisi penyakit kritis

Manfaat Opsional lainnya yang dapat dipilih (berlaku dengan tambahan biaya)

  1. Gender Specific Cancer Benefit (semua plan)
    Tambahan sebesar 20 % UP (maksimum Rp250 juta) untuk kanker spesifik Early CIpada jenis kelamin tertentu dan 50% UP untuk kanker spesifik Advanced CI pada jenis kelamin tertentu.
  2. Power Reset for Early Cancer (Hanya Gold dan Platinum Plan) 
    Akan memperbaharui Uang Pertanggungan yang telah dibayarkan atas kanker kelompok Early CI jika Tertanggung masih hidup hingga 12 bulan setelah didiagnosis menderita kanker tersebut.
  3. Continuous Cancer Benefit (Semua Plan) 
    Tambahan sebesar 30% Uang Pertanggungan di tahun 3 (ketiga) dan tahun 6 (keenam) apabila masih menderita kanker kelompok Advanced CI dari sejak didiagnosis kanker kelompok Advanced CI.

6 Alasan Lengkapi Asuransi Anda dengan Flexi CI

  • Plan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan
  • Komprehensif! Menjamin hingga 168 kondisi penyakit kritis dari early stage hingga catastrophe stage.
  • Total Uang Pertanggungan (UP) yang dapat dibayarkan hingga 150%
  • Manfaat Opsional (Gender Specific Cancer Benefit, Power Reset for Early Cancer dan Continuous Cancer Benefit) tidak mengurangi Uang Pertanggungan (UP) Plan Silver atau Plan Gold atau Plan Platinum
  • Usia masuk : mulai 1 bulan hingga 70 tahun (ulang tahun terdekat) dan dapat dipertanggungkan hingga 100 tahun (ulang tahun terdekat)
  • Tidak ada survival period (jangka waktu Tertanggung bertahan hidup setelah didiagnosis kondisi penyakit kritis)

Untuk informasi lanjut bisa menghubungi saya atau yang ingin mengajukan ilustrasi asuransi bisa isi FORM ini.

Bagi yang tertarik untuk menjalankan Bisnis Asuransi silahkan klik LINK berikut.

Salam Hangat,

Erwin

HP/WA : 08557895677
Email : erwin80@gmail.com

Iklan

Mengenal 49 jenis penyakit kritis yang ditanggung Allianz

Asuransi Allianz memiliki 3 jenis rider/ manfaat penyakit kritis yang dapat ditambahkan di produk asuransi jiwa nya yaitu CI, CI+ dan CI100. Jika anda ingin mendapatkan pertanggungan atas kondisi penyakit kritis, maka anda tidak dapat hanya membeli manfaat penyakit kritisnya saja namun anda juga harus membeli asuransi jiwa Allianz sebagai produk dasar. Manfaat penyakit kritis bisa ditambahkan ke dalam produk asuransi jiwa dasar ini.

Bayangkan anda mau asuransi yang seperti apa, yang memberikan perlindungan apa saja, trus anda pingin nya premi nya berapa per bulan, berapa besar uang pertanggungan kematian atau sakit kritis yang anda inginkan jika terjadi klaim nantinya. Semuanya itu dapat anda konsultasikan kepada saya. Saya akan menyusun dan membuat proposal ilustrasi asuransi Allianz yang disesuaikan dengan kebutuhan anda.

Oleh sebab itu, produk asuransi Allianz yang akan saya tawarkan akan berbeda beda antara nasabah yang satu dengan nasabah yang lain. Sebab kebutuhan setiap orang itu berbeda. Ada nasabah yang minta ke saya utk memaksimalkan manfaat asuransi jiwa nya saja tanpa perlu mengambil manfaat sakit kritis. Ada juga nasabah yang meminta utk dimaksimalkan manfaat penyakit kritis nya maupun manfaat cacat tetap totalnya. Ada juga nasabah yang hanya butuh asuransi jiwa yang besar disaat anak anak nya masih kecil sedangkan apabila jika anak anak nya sudah dewasa dan sudah bekerja, proteksi asuransi jiwa nya tidak perlu sebesar itu lagi seperti pada saat anaknya masih kecil.

Jadi beragam kebutuhan setiap orang mengakibatkan beragam pula kebutuhannya akan asuransi. Sudah menjadi tugas saya untuk menemukan apa yang menjadi kebutuhan dari setiap nasabah dan saya akan mencoba untuk menawarkan jenis asuransi Allianz yang paling sesuai dengan yang mereka cari.

Manfaat penyakit kritis Allianz CI dan CI+ hampir mirip karena sama sama menanggung sebanyak 49 kondisi penyakit kritis. Sedangkan CI100 menanggung sebanyak 100 kondisi penyakit kritis. Asuransi penyakit kritis CI dan CI+ tidak memiliki survivor period (masa bertahan hidup) sehingga apabila seseorang terkena serangan jantung pertama dan kemudian langsung meninggal dunia di tempat, ahli waris dari si tertanggung akan mendapatkan uang santunan (UP) penyakit kritis ditambah dengan uang santunan (UP) kematian.

Sedangkan asuransi penyakit kritis CI100 memiliki survivor period (masa bertahan hidup) selama 7 hari sehingga ketika si tertanggung terdiagnosa salah satu 100 kondisi sakit kritis, dia mesti menunggu dan bertahan hidup selama 7 hari dahulu sebelum dia dapat melakukan klaim. Jadi masing masing dari produk manfaat penyakit kritis Allianz baik CI, CI+ maupun CI100, sama sama menawarkan beragam manfaat yang berbeda. Tergantung pada nasabah, mana yang dipilih sesuai dengan kebutuhannya masing masing.

Adapun 49 jenis penyakit kritis yang ditanggung oleh CI maupun CI+ Allianz adalah :

1. Serangan Jantung Pertama
2. Stroke
3. Operasi Jantung Koroner
4. Operasi Penggantian Katup Jantung
5. Kanker
6. Gagal Ginjal
7. Kelumpuhan
8. Multiple Sclerosis
9. Transplantasi Organ Vital Tubuh
10. Penyakit Alzheimer/Gangguan Otak Organik Degeneratif yang tidak dapat pulih kembali.
11. Koma
12. Penyakit Parkinson
13. Terminal Illness
14. Penyakit Paru-paru Kronis/Tahap Akhir
15. Penyakit Hati Kronis
16. Penyakit Motor Neuron
17. Muscular Dystrophy
18. Anemia Aplastis
19. Operasi Pembuluh Aorta
20. Hepatitis Fulminant
21. Pulmonary Arterial Hypertension Primer
22. Meningitis Bakteri
23. Tumor Otak Jinak
24. Radang Otak
25. Luka Bakar
26. Poliomyelitis
27. Trauma Kepala Serius
28. Apallic Syndrome
29. Penyakit Jantung Koroner Lain Yang Serius
30. Angioplasti dan penatalaksanaan invasif lainnya untuk Penyakit Jantung Koroner
31. Lupus Eritematosus Sistemik (Systemic Lupus Erythematosus)
32. HIV Yang didapatkan melalui Transfusi Darah dan Pekerjaan
33. Tuli (Hilangnya fungsi Indra pendengaran)
34. Bisu (Kehilangan Kemampuan Bicara)
35. Kebutaan
36. Skleroderma progresif
37. Penyakit Kista Medullary
38. Cardiomyopathy
39. Aneurisma Pembuluh Darah Otak Yang Mensyaratkan Pembedahan
40. Terputusnya Akar -Akar Syaraf Plexus Brachialis
41. Stroke Yang Memerlukan Operasi Arteri Carotid
42. Operasi Scoliosis Idiopatik
43. Pankreatitis Menahun Yang Berulang
44. Penyakit Kaki Gajah Kronis
45. Hilangnya Kemandirian Hidup
46. Kematian Selaput Otot atau Jaringan (Gangrene)
47. Rheumatoid Arthritis Berat
48. Colitis Ulterative Berat (Cronh’s disease)
49. Penyakit Kawasaki Yang Mengakibatkan Komplikasi Pada Jantung

Asuransi Penyakit Kritis Allianz memiliki Survival Period Tersingkat

Apa maksudnya survival period atau masa bertahan hidup di dalam asuransi penyakit kritis? Kalau Anda belum tahu berikut ini ulasan singkatnya.

Survival period atau masa bertahan hidup di dalam asuransi penyakit kritis adalah persyaratan yang diwajibkan oleh sebuah perusahaan asuransi dalam membayar klaim asuransi penyakit kritis yang dilakukan oleh nasabah. Survival period ini berbeda beda antara satu perusahaan asuransi dengan perusahaan asuransi yang lain. Ada yang 30 hari, 14 hari, 7 hari atau bahkan 0 hari.

Oleh sebab itu sangat penting bagi anda untuk menanyakan tentang survival period ini di saat anda sedang mencari dan memilih untuk membeli asuransi penyakit kritis. Jangan hanya tergiur dengan premi yang murah saja, tetapi anda juga mesti mempertimbangkan survival period/ masa bertahan hidup yang paling singkat.

Contoh dari survival period ini adalah demikian.

Survival period 7 hari artinya adalah untuk melakukan klaim UP penyakit kritis maka persyaratannya adalah si nasabah/tertanggung harus masih bisa bertahan hidup 7 hari setelah dia didiagnosa terkena penyakit kritis. Jadi klaim UP penyakit kritis ke perusahaan asuransi dilakukan di hari ke 8. Kalau pasien meninggal sebelum 7 hari maka klaim nya tidak dapat dilakukan.

Jika Pak Anthony tanggal 1 Januari 2016 hasil biopsinya menunjukkan terjadi kanker ganas stadium akhir, maka untuk syarat pencairan klaim asuransi penyakit kritis ini maka pada tanggal 7 Januari 2015 Pak Anthony harus masih hidup. Apabila Pak Antohony meninggal dunia sebelum tanggal 7 januari 2015 maka klaim tidak dapat dilakukan.

Oleh sebab itulah sangat penting untuk memilih dan mencari asuransi penyakit kritis yang menawarkan survival period/ masa bertahan hidup yang paling singkat. Survival period asuransi penyakit kritis yang semakin singkat maka semakin baik. Coba cek polis anda berapa lama survival period dari asuransi penyakit kritis yang anda miliki saat ini?

Ketika anda sudah tahu maksud survival period ini sekarang harusnya anda lebih bijak memilih asuransi sakit kritis yang lebih baik. Nah sekarang coba bayangkan nasabah asuransi penyakit kritis yang kena penyakit sudden death alias serangan jantung. Biasanya orang yang terkena serangan jantung, banyak yang meninggal dunia di saat itu juga. Artinya apa ?

Jika asuransi penyakit kritisnya memiliki survival period, maka UP penyakit kritis nya tidak akan cair saat di klaim. Yang bisa cair hanya UP meninggal dunia saja. Tetapi jika survival period nya 0 hari, maka di saat si tertanggung itu terkena serangan jantung pertama trus saat itu juga meninggal dunia, maka ahli waris nya akan memperoleh 2 Uang pertanggungan sekaligus yaitu UP penyakit kritis dan UP jiwa.

kabar baiknya adalah anda tidak perlu mencari kemana mana lagi karena asuransi penyakit terbaik di indonesia saat ini hanya ada di Allianz. Selain menawarkan manfaat UP yang sangat tinggi dengan premi yang sangat terjangkau, asuransi penyakit kritis di Allianz juga menawarkan masa bertahan hidup/ survival period tersingkat jika dibandingkan dengan asuransi penyakit kritis dari perusahaan lain. Di Allianz, terdapat 3 manfaat perlindungan sakit kritis yang dapat anda pilih yaitu CI, CI+ dan CI100.

Di CI dan CI+, tidak ada survival period alias 0 hari. Jadi jika case yang terjadi seperti contoh serangan jantung yang tadi telah diutarakan, maka ahli waris dapat melakukan klaim penyakit kritis dan jiwa sekaligus di saat si tertanggung meninggal dunia akibat serangan jantung. Hebat kan? Jarang sekali loh ada asuransi penyakit kritis yang menawarkan survival period 0 hari. Hanya di Allianz yang bisa seperti ini.

Sedangkan untuk CI100, survival period nya juga sangat singkat yaitu 7 hari. Di perusahaan asuransi lain, rata rata, survival period dari produk asuransi penyakit kritis mereka adalah 14 hari bahkan lebih. Jadi kalau begitu bukankah lebih baik memilih CI dan CI+ daripada CI100 kalau di Allianz? Jika melihat dari segi survival period saja, memang CI dan CI+ lebih unggul dibandingkan CI100. Tapi jika dilihat dari sisi yang lain, banyak sekali kelebihan dari CI100 yang tidak dimiliki oleh CI dan CI+.

CI100 adalah asuransi penyakit kritis dari Allianz yang mengcover 100 kondisi penyakit kritis termasuk dari early stage (tahap awal) sampai dengan usia si tertanggung mencapai 100 tahun.

CI+ adalah asuransi penyakit kritis dari Allianz yang mengcover 49 kondisi penyakit kritis dari tahap advance, sampai dengan usia si tertanggung mencapai 70 tahun.

CI adalah asuransi penyakit kritis dari Allianz yang mengcover 49 kondisi penyakit kritis dari tahap advance, sampai dengan usia si tertanggung mencapai 70 tahun. Beda nya dengan CI+ adalah, di CI, UP penyakit kritis ini mengurangi UP jiwa. Sedangkan di CI+ dan CI100, UP penyakit kritis terpisah dengan UP jiwa.

Jadi jika demikian,sebagai nasabah yang ingin mendapatkan proteksi yang maksimal, manakah asuransi penyakit kritis yang sebaiknya dipilih di Allianz?

Saran saya, pilihan utama nya tentu saja CI100 karena meskipun memiliki survival period selama 7 hari, namun perlindungan yang diberikan lebih banyak yaitu 100 kondisi penyakit kritis, bahkan mulai dari early stage dan lebih lama yaitu sampai dengan usia tertanggung mencapai 100 tahun. Boleh dibilang sudah melindungi seumur hidup ini. Jadi apabila si tertanggung terkena penyakit kritis di usia 80 tahun, masih tetap bisa di klaim.

Berbeda dengan CI dan CI+ yang hanya mengcover sampai usia 70 tahun saja. Jadi jika terkena sakit kritis di usia 71 tahun, otomatis tidak bisa melakukan klaim lagi karena sudah lewat masa proteksi nya.

Semua asuransi penyakit kritis di perusahaan asuransi lain semuanya memberikan manfaat masa proteksi rata rata hanya sampai 70 tahun saja. Ini fakta, silahkan di cek kebenarannya karena saya sendiri telah melakukan survey dan perbandingan.

Lalu jika membeli asuransi penyakit kritis CI100, berarti tidak tercover oleh manfaat serangan jantung donk yah karena rata rata orang yang terkena serangan jantung kan langsung meninggal dunia di saat itu juga. Sedangkan di CI100 ada survival period atau masa bertahan hidup selama 7 hari.

Jadi apa tujuan anda beli asuransi penyakit kritis khususnya yang CI100 ini ? Kalau terjadi resiko serangan jantung yang mengakibatkan meninggal dunia maka harus siap-siap tidak bisa klaim untuk manfaat sakit kritisnya. Sehingga kalau untuk proteksi dari serangan jantung, asuransi penyakit kritis CI100 ini menjadi kurang begitu bermanfaat.

Tetapi asuransi penyakit kritis CI100 ini sangat bermanfaat untuk proteksi penyakit kritis selain jantung seperti kanker, gagal ginjal, atau stroke yang memiliki probabilitas bertahan hidup yang lebih panjang sehingga klaim asuransi penyakit kritis nya bisa dibayarkan perusahaan asuransi.